25.6 C
Medan
spot_imgspot_img

AKTA Soroti Dugaan Korupsi Dana BOS  Berjamaah Di Deliserdang, Kepsek Dikabarkan Dipaksa Ikut Permainan

Date:

Share:

MEDAN — aliansi Aktivis Kota (AKTA) kini kembali menyoroti Dunia pendidikan di Dinaspendidikan Deliserdang kembali diterpa isu serius. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya menjadi penopang kebutuhan belajar siswa, diduga berubah menjadi “ladang bancakan” berjamaah yang melibatkan oknum pejabat pendidikan, kepala sekolah, hingga forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Skemanya disebut tersusun rapi. Mulai dari tingkat dinas, kepala cabang dinas (Kacabdis), kepala sekolah, bendahara BOS, hingga rekanan pengadaan, semuanya diduga bermain dalam pusaran proyek pengadaan buku sekolah tutur Arigusti 

Sumber internal yang mengetahui praktik itu membeberkan, hampir setiap sekolah diarahkan mengalokasikan 40 hingga 50 persen Dana BOS untuk pengadaan buku. Padahal, kualitas buku yang diterima disebut jauh dari layak dan tidak sebanding dengan harga pembelian.

“Ini bukan lagi sekadar markup kecil. Diduga sudah jadi pola permainan terstruktur. Buku kualitas biasa, tapi harganya bisa melonjak sangat tinggi,” ungkap kordinator Aliansi Aktivis kota(AKTA) Arigusti kepada media. 

Dana BOS sendiri nilainya fantastis. Berdasarkan jumlah siswa dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), pemerintah mengalokasikan sekitar Rp1,3 juta per siswa SD, Rp1,5 juta untuk SMP, dan Rp1,7 juta bagi SMA setiap tahunnya. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan, pengelolaan Dana BOS di Sumut diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

Dari jumlah itu, pengadaan buku disebut menjadi sektor paling “basah”.

Ironisnya, pengadaan dilakukan melalui jalur resmi menggunakan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah). Namun di balik sistem digital itu, diduga sudah ada perusahaan atau rekanan tertentu yang diarahkan menjadi pemenang.

Sekolah-sekolah disebut hanya mengikuti skenario yang telah disusun.

“Pembelian diarahkan. Rekanan sudah ditentukan. Tinggal sekolah menjalankan,” beber sumber.

Yang lebih mencengangkan, dugaan pembagian keuntungan disebut berlangsung terang-terangan. Dari nilai pengadaan, bendahara BOS diduga mendapat jatah sekitar lima persen. Sisanya disebut mengalir ke berbagai pihak.

“Ada untuk oknum kepala sekolah, MKKS, pejabat dinas, sampai pihak-pihak tertentu yang ikut mengatur permainan,” katanya.

Peran MKKS pun disebut bukan sekadar forum koordinasi kepala sekolah. Dalam praktiknya, forum itu diduga dijadikan alat untuk menekan sekolah agar mengikuti arahan pengadaan dari dinas.

“Kalau ada kepala sekolah yang menolak atau tidak ikut, mereka bisa dipersulit. Itu yang membuat banyak kepsek akhirnya diam dan mengikuti,” ujar Arigusti.

Tekanan disebut datang dari oknum Kacabdis dan kepala bidang di Dinas Pendidikan. Instruksi pengadaan mengalir dari atas, lalu dijalankan secara sistematis ke sekolah-sekolah.

Modusnya sederhana namun menguntungkan: sekolah diwajibkan membeli buku dalam jumlah besar, harga dinaikkan, kualitas ditekan, lalu selisih keuntungan dibagi-bagi.

Padahal, buku-buku itu nantinya dicatat sebagai aset perpustakaan sekolah. Namun banyak pihak mempertanyakan kualitas serta transparansi harga barang yang dibeli menggunakan uang negara tersebut.

Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menjadi bentuk pengkhianatan terhadap dunia pendidikan. Dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan mutu belajar siswa justru diduga mengalir ke kantong-kantong oknum.

Publik kini menunggu keberanian aparat penegak hukum, inspektorat, BPK, hingga KPK untuk membongkar dugaan permainan Dana BOS yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun di Sumatera Utara.

Subscribe to our magazine

━ more like this

Dorong Kepatuhan Pajak, Pemprov Sumut Apresiasi Warga Taat Pajak Lewat Gebyar Pajak 2026

Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai mengubah pendekatan dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Tidak lagi hanya mengandalkan program pemutihan, Pemprov Sumut...

Diduga Penimbunan Solar Subsidi di Sampali Bebas Beroperasi, Puluhan Armada Terlibat Melansir

Deli Serdang - Dugaan aktivitas penimbunan dan pengolahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di sebuah gudang yang berlokasi di Jalan Damarwulan, Desa...

AKTA: Kapolri Harus Turun Tangan, Usut Dugaan Jaringan Perjudian Kelas Kakap yang Seret Nama AK dan E

Medan – Aliansi Aktivis Kota (AKTA) mendesak Kapolri untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Polresta Deli Serdang, khususnya Kapolresta dan Kasat Reskrim, terkait...

AKTA Pertanyakan Menteri IMIPAS Belum Diperiksa; Ada Apa dengan Penanganan Kasus Dugaan Pemerasan Rp145,5 Miliar?

Medan – Aliansi Aktivis Kota (AKTA) mempertanyakan konsistensi dan keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut tuntas kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal warga...

Geruduk Mabes Polri, AKTA Desak Kapolri Evaluasi Kapolres dan Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Diduga Lindungi Bos Judi AK dan E

Medan – Aliansi Aktivis Kota (AKTA) menggelar aksi di Mabes Polri yang berada di Jalan Jalan Trunojoyo Nomor 3, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru,...
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini