MEDAN – Beredar kabar yang menyebutkan bahwa tindakan anarkis dan kriminal yang terjadi di THM New Zone justru disebutkan terjadi diluar tempat hiburan tersebut.
Menurut korban, M Guswanda Anggi Rivaldi Simanjuntak, menceritakan awal kedatangan dirinya ke THM New Zone hanya untuk menjemput keponakan nya yang disebut berkelahi di dalam New Zone (NZ).
“Kedatangan saya kesana (new zone) mau jemput keponakan saya, karena saya dikabari kalau dia sedang ribut di dalam new zone,” sebutnya ketika diwawancari, Jumat (23/01) malam.
Ia kemudian menelepon seorang Manajer New Zone bernama AAN guna meminta pertolongan agar permasalahan keponakannya dapat didamaikan.
“Setelah saya datang kesana, saya menjumpai AAN rupanya disitu AAN lagi pada ngobrol sama para terduga pelaku dan saya langsung bertanya kepada AAN. Saya tanya dimana keponakan saya itu ketua, kata AAN di dalam,” sebutnya.
Akan tetapi kedatangan Guswandi seperti santapan bagi para pelaku tindakan kriminal ini. Di saat sedang mengobrol dengan Manajer New Zone bernama AAN di halaman New Zone salah satu pelaku berkata “Enak aja mau damai-damai, mau kami bante aja ini,” ucap Guswandi menirukan perkataan seorang terduga pelaku yang menyerangnya.
“Yah enak aja kau mau bantai-bantai,” balas Guswandi.
Namun, tindakan anarkis tidak terhindarkan ketika salah satu terduga pelaku kembali menyerangnya dari arah belakang dan langsung menghantam punggung Guswandi menggunakan senjata tajam.
Guswandi kemudian di hajar habis-habisan tanpa ampun. “Saat saya diserang dan dihajar, AAN yang mengetahui hal itu langsung pergi meninggalkan saya,” ungkapnya.
Demi menyelamatkan dirinya, Guswandi kemudian melarikan diri meninggalkan THM New Zone ke arah Hotel Hermes Polonia.
“Gak tau lagi posisi saya saat itu udah diserang lebih dari 20 puluh orang, saya langsung lari menyelamatkan diri ke arah Hotel Hermes. Sampai di Hotel Hermes diserang juga saya. Kemudian datangla teman saya menjemput,” sambungnya.
Guswandi berharap kasus tersebut menjadi atensi oleh aparat kepolisian, segera terungkap terang benderang. Ia juga berharap apa yang menimpanya tidak terulang kepada pengunjung lain.



