Medan – Jabatan eselon II Pemprov Sumut kembali ramai diperbincangkan. Persoalannya karena sejumlah nama yang double job menduduki dua jabatan.
Namun, ada juga nama eselon II Pemprovsu yang memiliki karir secepat kilat. Sebut saja misalnya Yoga Pratama Irawan.
Mantan Sekcam Medan Johor ini mendapat jabatan sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sumut. Dia dilantik Gubernur Bobby Nst pada pertengahan Maret 2026.
Sebelum diberi ‘kursi basah’ tersebut, Yoga pernah menjadi Camat Medan Belawan. Dia dilantik pada 8 September 2023 jelang penyelenggaraan Pilpres 2024 oleh Walikota Medan saat itu, Bobby Nasution.
Di Belawan, Yoga terbilang minim prestasi. Namanya malah sering wara-wiri di laman berita karena didemo warganya sendiri. Salahsatunya aksi besar-besaran pada 28 Mei 2025 di depan Kantor Walikota Medan menuntut pencopotan Yoga.
Kasusnya mulai dari indikasi melanggar aturan pengangkatan Kepling, hingga dicap jarang masuk kantor. Bahkan aduan warga soal banjir rob pun sering tak bersahut.
Demo ini pun dinilai memicu keresahan Yoga. Dia mencari ‘suaka’ untuk lompat instansi ikut Bobby Nasution ke Pemprovsu Sumut.
Pada 8 Oktober 2025, Yoga pun resmi pindah ke Pemprovsu dan dilantik Bobby Nasution sebagai Kabid SMA Disdik Sumut.
Jabatan itu tak lama. Selang 6 bulan atau Maret 2026 dia dapat jabatan baru yang mentereng. Yakni Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemprov Sumut. Dia menggantikan koleganya Chandra Dalimunthe, yang pernah jdi Camat Medan Johor sewaktu Yoga Sekretaris Camat di sana.
Di Biro PBJ, Yoga mengkordinir semua pintu masuk proyek di Pemprov Sumut. Kemudian mengelola proses pengadaan barang dan jasa serta pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik untuk memfasilitasi tender atau lelang secara online.



