22.9 C
Medan
spot_imgspot_img

Cipayung Bersatu! Desak Kapolres Asahan Bongkar Tuntas Kematian Awal Nasution

Date:

Share:

Asahan – Kematian Awal Nasution kini menjadi sorotan publik. Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Asahan menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam penanganan peristiwa tersebut, khususnya terkait proses pencarian korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencarian terhadap korban tidak dilakukan pada hari kejadian. Proses tersebut justru disebut-sebut baru dilakukan pada keesokan harinya.

Penundaan inilah yang kini memicu pertanyaan dan spekulasi di tengah masyarakat.

Cipayung Plus menilai, dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa, respons cepat aparat menjadi faktor krusial.

Keterlambatan tindakan dinilai dapat berdampak fatal dan berpotensi mempersempit peluang penyelamatan.

Tak hanya itu, dalam perkembangan isu yang beredar, muncul dugaan adanya keterlibatan oknum aparat berinisial Aipda R. 

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara detail posisi dan peran oknum tersebut dalam peristiwa yang berujung pada kematian korban.

Atas kondisi itu, organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), secara tegas mendesak Kapolres Asahan untuk membuka secara terang benderang seluruh fakta yang ada.

Mereka meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jajaran yang bertugas saat kejadian, termasuk mengklarifikasi alasan penundaan pencarian. 

Selain itu, dugaan keterlibatan oknum juga diminta untuk ditangani secara profesional dan transparan.

Sejauh ini, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan resmi terkait kronologi detail maupun klarifikasi atas dugaan yang beredar. 

Publik pun menanti langkah konkret aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa proses pengusutan berjalan objektif dan akuntabel.

Cipayung Plus menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh fakta terungkap dan keadilan bagi korban benar-benar ditegakkan.

Subscribe to our magazine

━ more like this

Dorong Kepatuhan Pajak, Pemprov Sumut Apresiasi Warga Taat Pajak Lewat Gebyar Pajak 2026

Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai mengubah pendekatan dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Tidak lagi hanya mengandalkan program pemutihan, Pemprov Sumut...

Diduga Penimbunan Solar Subsidi di Sampali Bebas Beroperasi, Puluhan Armada Terlibat Melansir

Deli Serdang - Dugaan aktivitas penimbunan dan pengolahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di sebuah gudang yang berlokasi di Jalan Damarwulan, Desa...

AKTA: Kapolri Harus Turun Tangan, Usut Dugaan Jaringan Perjudian Kelas Kakap yang Seret Nama AK dan E

Medan – Aliansi Aktivis Kota (AKTA) mendesak Kapolri untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Polresta Deli Serdang, khususnya Kapolresta dan Kasat Reskrim, terkait...

AKTA Pertanyakan Menteri IMIPAS Belum Diperiksa; Ada Apa dengan Penanganan Kasus Dugaan Pemerasan Rp145,5 Miliar?

Medan – Aliansi Aktivis Kota (AKTA) mempertanyakan konsistensi dan keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut tuntas kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal warga...

Geruduk Mabes Polri, AKTA Desak Kapolri Evaluasi Kapolres dan Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Diduga Lindungi Bos Judi AK dan E

Medan – Aliansi Aktivis Kota (AKTA) menggelar aksi di Mabes Polri yang berada di Jalan Jalan Trunojoyo Nomor 3, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru,...
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini