26.2 C
Medan

Cipayung Bersatu! Desak Kapolres Asahan Bongkar Tuntas Kematian Awal Nasution

Date:

Share:

Asahan – Kematian Awal Nasution kini menjadi sorotan publik. Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Asahan menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam penanganan peristiwa tersebut, khususnya terkait proses pencarian korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencarian terhadap korban tidak dilakukan pada hari kejadian. Proses tersebut justru disebut-sebut baru dilakukan pada keesokan harinya.

Penundaan inilah yang kini memicu pertanyaan dan spekulasi di tengah masyarakat.

Cipayung Plus menilai, dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa, respons cepat aparat menjadi faktor krusial.

Keterlambatan tindakan dinilai dapat berdampak fatal dan berpotensi mempersempit peluang penyelamatan.

Tak hanya itu, dalam perkembangan isu yang beredar, muncul dugaan adanya keterlibatan oknum aparat berinisial Aipda R. 

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara detail posisi dan peran oknum tersebut dalam peristiwa yang berujung pada kematian korban.

Atas kondisi itu, organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), secara tegas mendesak Kapolres Asahan untuk membuka secara terang benderang seluruh fakta yang ada.

Mereka meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jajaran yang bertugas saat kejadian, termasuk mengklarifikasi alasan penundaan pencarian. 

Selain itu, dugaan keterlibatan oknum juga diminta untuk ditangani secara profesional dan transparan.

Sejauh ini, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan resmi terkait kronologi detail maupun klarifikasi atas dugaan yang beredar. 

Publik pun menanti langkah konkret aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa proses pengusutan berjalan objektif dan akuntabel.

Cipayung Plus menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh fakta terungkap dan keadilan bagi korban benar-benar ditegakkan.

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

Resmi Dilantik, Fauzan Irgi Hasibuan Jabat Kasubagbin Kejari Simalungun

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun, Munawal Hadi, melantik dua pejabat struktural di Aula Kejaksaan Negeri Simalungun, Selasa (27/10/2026). Fauzan Irgi Hasibuan, SH, MH, dilantik menjabat...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini