24.5 C
Medan

Galian C Illegal di Desa Kwala Besilam Langkat di Lahan PTPN Diduga Milik Pamen Polda Sumut Berpangkat Kompol

Date:

Share:

Galian C Ilegal di Desa Kwala Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat yang diduga milik oknum Polisi berinisial Kompol MI Saragih luput dari pantauan polisi. 

Aktivitas penambangan tanah urug yang berada dilahan perkebunan kelapa sawit tersebut sudah berlangsung beberapa bulan. Puluhan truk tanah galian keluar dari lokasi galian mengantar muatan keberbagai daerah di Kabupaten Langkat.

Uniknya, kendati tanah yang berceceran dijalan hingga menimbulkan abu jika terik matahari dan jalan berlumpur kalau hujan namun aparat keamanan tidak ambil peduli. Seolah oknum-oknumnya polisi disana sudah mendapat upeti.

Dari informasi diperoleh dilokasi kalau usaha galian C itu milik oknum polisi di Poldasu Kompol MI Saragih. Oknum perwira Polri itu sempat bertugas sebagai Kapolsek Besitang Polres Langkat.

Sejak pertambangan illegal itu beroperasi, diperkirakan ratusan ribu kubik tanah sudah dikeruk dari lahan perkebunan kelapa sawit berdekatan dengan pemukiman penduduk.

Ada dugaan aktivitas pertambangan tanah urug itu melenggang bebas tanpa hambatan diduga karena oknum-oknum polisi dan oknum TNI disana sudah “diamankan”.

Pengakuan masyarakat diwilayah itu sudah sangat rendah dengan hilir mudiknya truk-truk bertonase melampaui aturan. Jalan-jalan yang selalu dilintasi truk yang mengangkut tanah galian sudah rusak dan berlobang, apalagi jika hujan tidak lagi mengetahui mana lobang sehingga banyak terjadi kecelakaan.

Masyarakat mendesak agar Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Poldasu segera turun tangan karena mereka tidak percaya lagi dengan keberadaan polisi di Langkat.

Kompol MI Saragih yang disebut-sebut selaku pemilik Galian C Illegal itu, ketika dikonfirmasi mengaku kalau pemilik Galian itu adalah temannya.

“Bukan saya yang punya itu tapi teman,” kata Kompol MI Saragih ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/4) siang.

Pamen Poldasu itu mengakui kalau alat berat yang digunakan mengeruk tanah dilokasi tersebut adalah miliknya.

“Pemilik Galian itu bernama Suhemi dan Pasi. Mereka menyewa alat berat milik saya seharga Rp 1.600.000 setiap hari,” aku Kompol MI Saragih.

Dia mengakui saat bertugas di Polres Langkat ada memilik alat berat namun setelah pindah tugas ke Polres Madina kemudian alat berat itu disewa Suhemi dan Picu.

“Yah dari pada tidak dipakai lebih baik disewakan. Mumpung ada yang menyewa yah kita kasih. Kan lumayan satu hari sewanya satu juta enam ratus ribu rupiah,” akuinya, sembari meminta agar mengkonfirmasi langsung kepada Suhemi dan Picu.

“Begini aja bang, konfirmasi langsung ke Suhemi dan Picu biar jelas, apakah saya punya atau tidak,” ucap Kompol MI  Saragih menambahkan, “Kalau saya punya galian itu tidak mungkin saya bertani menanam ubi. “Saya sekarang dijalan lagi bawa ubi dari Sergai untuk saya dijual,” pungkasnya.

*TANTANG POLISI*

Sementara itu, ketika dikonfirmasi ke nomor 0812 6483 3378 (kartu nama Andreas Bule) yang diberikan Kompol MI Saragih, justru menantang polisi dan mengakui kalau usahanya itu illegal.

“Kalau abang keberatan dengan tempat itu laporkan saja biar ditangkap. Semuanya ya bang jangan tebang pilih,”.

“Jangan tanggung-tanggung bang sikat semua, saya sebenarnya sudah gerah dengan tambang illegal ini,” jawabnya lewat WhatsAap (WA) sembari mengirim poto Id card mengaku dari salah satu media online.

Namun setelah ditanya nama pimpinannya, justru membalas “salah kirim” dan langsung mematikan ponselnya.

spot_img

━ more like this

41.816 Water Meter Tirtanadi Puluhan Miliar Disorot, DPP Hari Desak Kejati Bongkar Dugaan Permainan Pengadaan!

MEDAN – Pengadaan 41.816 unit water meter atau meteran air oleh Perumda Tirtanadi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah...

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini