24.3 C
Medan
spot_imgspot_img

Kepulauan Nias jadi Provinsi: Bukan Tongkat Ajaib Penghilang Kemiskinan

Date:

Share:

Wacana pembentukan Provinsi Kepulauan Nias kembali mengemuka sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Ono Niha. Namun, sejumlah tokoh mengingatkan agar pemekaran ini tidak dipandang sebagai solusi instan atas persoalan kemiskinan.

Praktisi hukum, Adilman Reliance Lawolo, S.H., M.H., menegaskan bahwa provinsi baru harus dimaknai sebagai alat perjuangan, bukan tujuan akhir. “Provinsi baru adalah instrumen untuk  mendekatkan pelayanan dan memperpendek rantai birokrasi. Tetapi ia bukan tongkat ajaib yang secara otomatis menghapus kemiskinan,” ujar Adilman.

Selama ini, Kepulauan Nias berada dalam administrasi Sumatera Utara, sehingga dalam konteks pembangunan harus bersaing dengan puluhan kabupaten/kota lainnya dalam alokasi anggaran dan prioritas kebijakan.

Menurut Adilman, dengan menjadi provinsi mandiri, rentang kendali birokrasi akan lebih pendek dan pemerintah dapat lebih responsif terhadap kebutuhan infrastruktur, pertanian, perikanan, serta sektor strategis lainnya. Namun ia juga mengingatkan bahwa kesiapan ekonomi, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ilham Syahputra, Presiden Mahasiswa Universitas Cut Nyak Dien sekaligus Koordinator BEM SI Kerakyatan Daerah Sumatera Utara, menyatakan bahwa pihaknya tidak berada pada posisi mendukung ataupun menolak wacana tersebut.

“Kami menghargai pandangan Bang Adilman. Namun sebagai mahasiswa, kami mengambil sikap netral. Kami tidak mendukung dan tidak menolak. Yang kami tekankan adalah prosesnya harus berbasis kajian akademik yang matang dan benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujar Ilham.

Ia menegaskan bahwa pemekaran harus diuji secara objektif, baik dari sisi kesiapan fiskal, potensi Pendapatan Asli Daerah, maupun kualitas SDM lokal.

“Jika pemekaran ini memang membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Nias, tentu itu baik. Tetapi jika justru berpotensi menambah beban birokrasi atau melahirkan persoalan baru, maka perlu dikaji ulang. Kami akan tetap mengawal prosesnya secara kritis,” tegasnya.

Ilham juga menambahkan bahwa mahasiswa dan elemen masyarakat sipil memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan wacana besar ini tidak dibajak oleh kepentingan politik sesaat.

Dengan demikian, diskursus pembentukan Provinsi Kepulauan Nias diharapkan tetap berada dalam koridor rasional, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan sekadar euforia pemekaran wilayah.

Subscribe to our magazine

━ more like this

Beredar Kabar Bupati dan Mantan Anggota DPRD Sumut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Dugaan Korupsi

Beredar Kabar Bupati dan Mantan Anggota DPRD Sumut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Dugaan Korupsi Informasi tersebar, Tim Anti Rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penangkapan di...

Bersama Menjaga Situasi Kamtibmas di Sumut untuk Indonesia Emas: “Kritik Boleh, Anarkis Jangan”

MEDAN – Koordinator Aliansi Aktivis Kota (AKTA), Ari Gusti, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan...

Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026: Momentum Dongkrak Ekonomi dan Rebranding Citra Kota

MEDAN – Penunjukan Kota Medan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) 2026 dinilai sebagai langkah strategis dalam...

Terungkap! Oknum Petinggi Bawaslu Sumut Diduga Manipulasi Data Pegawai untuk Ajukan Pinjaman Bank Pemerintah, Nilainya Disebut Capai Miliaran Rupiah

Medan – Dugaan praktik manipulasi data pegawai mencuat di lingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara. Sejumlah petinggi lembaga tersebut diduga mengubah status kepegawaian...

Garda Kamtibmas Desak Agus Copot Kakanwil Imigrasi Sumut Usai Pabrik Vape Narkotika Terungkap

Medan - Terbongkarnya pabrik narkotika jenis vape yang diduga dikendalikan warga negara asing (WNA) asal Singapura di Kota Medan memicu desakan keras terhadap Kementerian...
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini