25.2 C
Medan
spot_imgspot_img

Kepulauan Nias jadi Provinsi: Bukan Tongkat Ajaib Penghilang Kemiskinan

Date:

Share:

Wacana pembentukan Provinsi Kepulauan Nias kembali mengemuka sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Ono Niha. Namun, sejumlah tokoh mengingatkan agar pemekaran ini tidak dipandang sebagai solusi instan atas persoalan kemiskinan.

Praktisi hukum, Adilman Reliance Lawolo, S.H., M.H., menegaskan bahwa provinsi baru harus dimaknai sebagai alat perjuangan, bukan tujuan akhir. “Provinsi baru adalah instrumen untuk  mendekatkan pelayanan dan memperpendek rantai birokrasi. Tetapi ia bukan tongkat ajaib yang secara otomatis menghapus kemiskinan,” ujar Adilman.

Selama ini, Kepulauan Nias berada dalam administrasi Sumatera Utara, sehingga dalam konteks pembangunan harus bersaing dengan puluhan kabupaten/kota lainnya dalam alokasi anggaran dan prioritas kebijakan.

Menurut Adilman, dengan menjadi provinsi mandiri, rentang kendali birokrasi akan lebih pendek dan pemerintah dapat lebih responsif terhadap kebutuhan infrastruktur, pertanian, perikanan, serta sektor strategis lainnya. Namun ia juga mengingatkan bahwa kesiapan ekonomi, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ilham Syahputra, Presiden Mahasiswa Universitas Cut Nyak Dien sekaligus Koordinator BEM SI Kerakyatan Daerah Sumatera Utara, menyatakan bahwa pihaknya tidak berada pada posisi mendukung ataupun menolak wacana tersebut.

“Kami menghargai pandangan Bang Adilman. Namun sebagai mahasiswa, kami mengambil sikap netral. Kami tidak mendukung dan tidak menolak. Yang kami tekankan adalah prosesnya harus berbasis kajian akademik yang matang dan benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujar Ilham.

Ia menegaskan bahwa pemekaran harus diuji secara objektif, baik dari sisi kesiapan fiskal, potensi Pendapatan Asli Daerah, maupun kualitas SDM lokal.

“Jika pemekaran ini memang membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Nias, tentu itu baik. Tetapi jika justru berpotensi menambah beban birokrasi atau melahirkan persoalan baru, maka perlu dikaji ulang. Kami akan tetap mengawal prosesnya secara kritis,” tegasnya.

Ilham juga menambahkan bahwa mahasiswa dan elemen masyarakat sipil memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan wacana besar ini tidak dibajak oleh kepentingan politik sesaat.

Dengan demikian, diskursus pembentukan Provinsi Kepulauan Nias diharapkan tetap berada dalam koridor rasional, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan sekadar euforia pemekaran wilayah.

Subscribe to our magazine

━ more like this

Dedi Jaminsyah: Penertiban Galian C Ilegal Bentuk Instruksi Tegas Gubernur Sumut

MEDAN — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Utara mulai mengintensifkan pemetaan serta penertiban terhadap aktivitas pertambangan ilegal atau galian C...

Buron Kasus Kredit Fiktif BRI Kutalimbaru Akhirnya Dibekuk Tim AMC Kejagung

MEDAN — Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI bersama Kejaksaan Negeri Medan berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan tindak pidana korupsi...

Polda Sumut Didesak Segera Tutup Lokasi Judi Tembak Ikan Milik Pipit dan Asen di Belawan

MEDAN - Polda Sumut didesak agar segera menutup lokasi judi permainan tembak ikan dan dingdong milik Pipit dan Asen yang berlokasi di wilayah Belawan,...

Acuhkan Perintah Tegas Gubsu Bobby Nasution, Proyek Pembangunan Hunian Mewah Pondok Indah Cemara Diduga Gunakan Tanah Timbun Galian C Ilegal Desa Ajibaho

MEDAN - Terkait Proyek Pembangunan Hunian Mewah Pondok Indah Cemara Gunakan Tanah Timbun Galian C Ilegal dari Dusun Vlll, Namo Cancan, Desa Ajibaho, Kec...

Karir Kilat Yoga Pratama: Dikasih Bobby Jabatan Kepala Biro PBJ Sumut, Dulu Sering Didemo Warga Belawan

Medan - Jabatan eselon II Pemprov Sumut kembali ramai diperbincangkan. Persoalannya karena sejumlah nama yang double job menduduki dua jabatan. Namun, ada juga nama eselon...
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini