MEDAN – Aksi ugal-ugalan pengemudi mobil listrik BYD Denza BK 1906 BYN bikin geger Kota Medan, Sabtu (24/10/2026) lalu.
Mobil yang dikemudikan Britto RP Napitupulu (31), warga Jalan Masdulhak, Medan Polonia, yang diduga anak konsulat ini, menabrak lari seorang nenek 80 tahun hingga sebabkan kecelakaan beruntun di depan rumah dinas Pangdam I Bukit Barisan.
Korban pertama adalah Pintauli Sinaga (80) yang sedang berjemur di Jalan Mangkubumi. Tak hanya nenek tersebut, 2 korban lain juga terluka yakni Jaikumar (56) dan Agusman Telaumbanua (42).
Peristiwa bermula sekira pukul 09:00 WIB. Mobil BYD Denza melaju dari arah Jalan Letjen Suprapto dan berbelok ke Jalan Mangkubumi.
Di lokasi, mobil menabrak Pintauli Sinaga, menabrak tembok rumah warga, serta mobil Toyota Rush BK 1209 ACV yang terparkir.
Saksi mata, Nyonya Simanjorang (50) mengatakan, korban saat itu sedang berjemur di samping tembok rumah.
“Di depan, sudah menabrak juga, baru ke tempat kami ini. Tetangga kami, Opung Pintauli Sinaga lagi berjemur di sebelah, kena tabrak. Tembok roboh mengenainya,” kata Nyonya, Sabtu (24/10/2026).
Usai menabrak, pengemudi bukannya berhenti, malah tancap gas melarikan diri ke arah Jalan Masjid.
“Kerugian kami ratusan juta, tembok rumah dan mobil anak kami rusak. Yang penting opung itu harus ditanggungjawabkan,” tegasnya.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo menjelaskan, setelah dari Jalan Mangkubumi, pelaku kabur lewat Jalan Masjid, lalu menabrak 3 sepeda motor dan 1 mobil.
Pelaku terus melaju kencang lewat Jalan Palang Merah, Jalan Imam Bonjol, hingga ke Jalan Sudirman.
Tepat di persimpangan Jalan Sudirman, di depan rumah dinas Pangdam I Bukit Barisan, mobil BYD Denza kembali menabrak 2 mobil yang sedang berhenti dengan kecepatan tinggi.
“Dengan kecepatan tinggi dan menabrak 2 unit mobil yang berada di depannya yang sedang berhenti,” kata Widodo.
Total kendaraan yang terlibat yakni 4 mobil: Mitsubishi Pajero BK 1117 JHN, Toyota Innova BK 1260 TAE, Mitsubishi Xpander BK 1487 KP, dan Toyota Rush BK 1209 ACV. Serta 3 sepeda motor: Honda CB BB 5179 RO, Suzuki FU BK 4520 ACQ, dan Honda Verza BK 4073 AMU.
Tiga korban luka kini dirawat. Pintauli Sinaga dan Jaikumar di RS Elisabeth Medan, sedangkan Agusman Telaumbanua di RS Pirngadi Medan.
Polisi menyebut hasil tes urine pengemudi di RS Bhayangkara negatif narkotika.
“Kalau test urine di RS Bhayangkara hasilnya negatif,” kata Widodo.
Saat ini polisi masih menyelidiki motif pengemudi yang diduga anak konsulat tersebut melakukan tabrak lari hingga menyebabkan kecelakaan beruntun.

