TANAH KARO – Nama Aseng Kayu alias AK kembali menjadi sorotan. Sosok yang disebut-sebut sebagai pengendali bisnis perjudian togel di sejumlah wilayah Sumatera Utara itu kini diduga memperluas jaringan usahanya hingga ke Kabupaten Karo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media, praktik perjudian tebak angka atau togel diduga beroperasi di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Karo. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pengawasan dan penindakan aparat penegak hukum.
Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, AK diduga menjadi satu-satunya pihak yang mengendalikan operasional togel di wilayah tersebut.
“Lokasinya hampir di seluruh warung kopi se-Kabupaten Karo. Saat ini hanya AK yang diperbolehkan membuka togel. Siapa pun yang ingin menjalankan usaha serupa harus menyetor kepada Aseng Kayu. Kalau tidak, bisa ditangkap,” ungkap sumber kepada media, Senin (2/11/2026).
Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa para juru tulis (jurtul) diduga diwajibkan menyetorkan uang setiap hari melalui sebuah warung kopi di depan Plaza Kabanjahe, tepatnya di samping Kantor Koramil Kabanjahe.
Tak hanya itu, muncul pula dugaan keterlibatan seorang oknum anggota TNI berinisial RS alias Raja-Sa yang disebut-sebut bertugas aktif di wilayah Sidikalang dan diduga berperan sebagai koordinator jaringan tersebut.
Informasi ini membutuhkan penelusuran dan klarifikasi lebih lanjut, khususnya terkait identitas, status kedinasan, serta dugaan peran pihak yang disebutkan.
Dari sisi perputaran uang, sumber memperkirakan bisnis togel tersebut menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah per hari di wilayah Kabupaten Karo. Namun, angka tersebut belum didukung data transaksi atau dokumen keuangan yang dapat diverifikasi secara independen.
Dugaan Setoran dan Perlindungan Aparat
Persoalan yang lebih serius adalah munculnya dugaan adanya aliran setoran kepada oknum aparat untuk melindungi kelangsungan operasional perjudian tersebut.
AK juga disebut-sebut memiliki jaringan pertemanan dengan sejumlah pejabat dan aparat berpangkat tinggi, mulai dari perwira menengah hingga perwira tinggi di lingkungan Polri dan TNI.
Namun, hingga kini belum terdapat bukti independen yang dapat memastikan dugaan hubungan tersebut berkaitan dengan perlindungan bisnis perjudian maupun aliran uang kepada aparat.
Jika informasi mengenai praktik setoran dan keterlibatan oknum aparat ini benar, persoalannya bukan lagi sekadar perjudian ilegal, melainkan dugaan penyalahgunaan kewenangan dan kemungkinan praktik perlindungan terhadap aktivitas yang melanggar hukum.
Polda Sumut dan Denpom Diminta Turun Tangan
Meluasnya informasi mengenai dugaan operasional togel di Kabupaten Karo semestinya menjadi perhatian serius Polda Sumatera Utara.
Kapolda Sumut diminta melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk menelusuri dugaan aliran setoran, lokasi pengumpulan uang, pihak yang mengendalikan jaringan, serta kemungkinan keterlibatan oknum aparat.
Jika terdapat indikasi keterlibatan prajurit aktif, POM TNI juga perlu melakukan pemeriksaan sesuai kewenangannya.
Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penangkapan juru tulis di lapangan apabila benar terdapat dugaan jaringan yang lebih besar di belakangnya.

