27.7 C
Medan

Nama Kejari Medan Terseret dalam Pleidoi Kasus Korupsi di Kupang, Diduga Terima Suap Ratusan Juta dari Tersangka

Date:

Share:

Medan — Dugaan penerimaan uang oleh seorang pejabat kejaksaan mencuat dalam persidangan perkara korupsi pembangunan gedung sekolah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Selasa (28/4/2026).

Dalam persidangan dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pleidoi), kuasa hukum salah satu terdakwa, Hironimus Sonbai alias Roni, mengungkap adanya dugaan permintaan uang yang melibatkan oknum jaksa berinisial RSA, NB, dan BF.

RSA diketahui merupakan mantan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Medan.

Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim I Nyoman Agus Hermawan, dengan hakim anggota Raden Haris Prasetyo dan Bibik Nurudduja.

Kuasa hukum terdakwa, Fransisco Bernando Bessi, dalam pembelaannya menyampaikan bahwa kliennya diduga diminta menyerahkan uang sebesar Rp150 juta kepada RSA. Uang tersebut, menurut dia, diberikan dalam tiga tahap.

“Yang pertama Rp50 juta, terdakwa Roni Sonbai mengantarkan ke Hotel Sasando dan langsung diterima jaksa atas nama Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang,” ujar Fransisco dalam persidangan.

Selain RSA, dua oknum jaksa lain berinisial (NB) dan (BF) juga disebut dalam dugaan tersebut.

Ia juga mengatakan, setelah menerima uang tersebut, yang bersangkutan hanya mengucapkan terima kasih sebelum terdakwa meninggalkan lokasi.

Meski demikian, pernyataan itu merupakan bagian dari materi pembelaan terdakwa di persidangan dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta hukum yang berkekuatan tetap. 

Kejari Medan RSA, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan meski pesan singkat WhatsApp terlihat centang dua.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Medan, Valentino Harry Parluhutan Manurung, S.H., M.H., saat dihubungi awak media mengatakan kasus tersebut telah diambil alih Kejati Sumut.

“Izin bang kalo berita ini bang, diambil alih sama Kasi Penkum Kejati, jadi terkait hal tersebut kami tidak bisa mengkonfirmasinya.” Katanya.

Majelis hakim yang dipimpin I Nyoman Agus Hermawan menegaskan bahwa seluruh fakta persidangan akan menjadi bahan pertimbangan sebelum putusan dijatuhkan.

Persidangan perkara ini masih berlanjut, dan majelis hakim akan mempertimbangkan seluruh fakta yang terungkap di persidangan sebelum menjatuhkan putusan.

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

Resmi Dilantik, Fauzan Irgi Hasibuan Jabat Kasubagbin Kejari Simalungun

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun, Munawal Hadi, melantik dua pejabat struktural di Aula Kejaksaan Negeri Simalungun, Selasa (27/10/2026). Fauzan Irgi Hasibuan, SH, MH, dilantik menjabat...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini