27.7 C
Medan

Bisnis Narkoba “GDL” Kuasai Perbatasan Karo -Aceh, Kurnia Tarigan Salah Satu Pemasok di Lau Kesumpet Mardinding

Date:

Share:

Tanah Karo – Gurita bisnis narkoba yang diduga dikendalikan oleh seorang bandar besar berinisial GDL kini mulai merambah ke wilayah perbatasan Kabupaten Tanah Karo dan Provinsi Aceh. Peredaran narkotika disebut semakin terorganisir dan menyasar daerah-daerah terpencil sebagai basis operasi.

Beginilah penampakan sebuah barak narkoba terdeteksi di Desa Lau Kesumpat, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat transaksi sekaligus konsumsi narkotika jenis sabu-sabu (SS).

Menurut sumber terpercaya, pasokan barang haram tersebut berasal dari Kurnia Tarigan, yang diduga merupakan bagian dari jaringan GDL. Kurnia Tarigan disebut berperan sebagai pemasok utama narkotika ke wilayah kecamatan Mardinding dan sekitarnya.

Barang -barang tersebut di distribusikan Kurnia melalui salah seorang kaki tangannya bernama Saripin. Dari tangan saripin lah narkoba jenis SS di edarkan di barak-barak yang lokasinya jauh dari pemukiman seperti daerah perladangan.

Keberadaan barak narkoba di kawasan perbatasan ini dinilai sangat meresahkan masyarakat. Selain merusak generasi muda, aktivitas ilegal tersebut juga dikhawatirkan memicu meningkatnya tindak kriminalitas di wilayah Tanah Karo bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Aceh.

Warga mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk segera melakukan penindakan tegas dan membongkar jaringan besar di balik peredaran narkoba tersebut.

“Kalau ini dibiarkan, bisa jadi Tanah Karo jadi jalur baru peredaran narkoba. Kami minta aparat jangan tutup mata,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Lokasi lain sinyalir merupakan tempat transaksi narkoba di daerah LMD, Kuta Mbelin, Joel Sembiring. Desa Martelu bandar berisial Pari Sembiring. Kecamatan Mardinding bandar bernama, Gia Depari. Desa Lau Kesumpet,  Sarin Sitepu, dan Lau Pakam Perdana Tarigan.

Sebagai informasi, Biisnis gelap narkotika Bandar Besar ternama “GDL” ditanah Karo dikendalikan oleh kedua anak buahnya, Tabah Simbolon dan Tanta Ginting .

Meski ramai menjadi pemberitaan namun aparat kepolisian hingga kini seolah masih kesulitan menyentuh jaringan kelas kakap tersebut.

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

Resmi Dilantik, Fauzan Irgi Hasibuan Jabat Kasubagbin Kejari Simalungun

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun, Munawal Hadi, melantik dua pejabat struktural di Aula Kejaksaan Negeri Simalungun, Selasa (27/10/2026). Fauzan Irgi Hasibuan, SH, MH, dilantik menjabat...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini