32.7 C
Medan
spot_imgspot_img

Danto Restyawan Sebut: Dana Proyek Rel Kereta Api Senilai Rp5,5 Miliar untuk Kampanye Pilgub Sumut Bobby Nasution – Surya

Date:

Share:

Sidang di Pengadilan Negeri Medan pada Rabu siang berubah menjadi panggung politik yang mengejutkan. Danto Restyawan, mantan Direktur LLA Kereta DJKA Kemenhub, memberikan kesaksian bahwa dana proyek rel senilai Rp5,5 miliar dikumpulkan atas perintah mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk mendukung pemenangan Pilpres dan Pilgub Sumut 2024.

Dalam kesaksiannya di hadapan hakim Kamozaro Waruwu, Danto mengaku terpaksa menjalankan instruksi karena takut dicopot dari jabatannya. Skema pengumpulan dana disebut melibatkan pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kontraktor, dengan aliran uang yang akhirnya digunakan untuk kepentingan kampanye. 

“Pengumpulan dana untuk Pilpres dan Pilkada Sumut untuk Bobby itu benar,” tegas Danto, merujuk pada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Proyek jalur kereta Bandar Tinggi–Kuala Tanjung dan Kisaran–Mambang yang seharusnya mendukung konektivitas Sumut diduga dijadikan “mesin ATM politik”. Modus yang diungkap termasuk suap untuk memenangkan rekanan, pengaturan lelang, hingga aliran dana ke kampanye.

Budi Karya Sumadi yang hadir via Zoom membantah tudingan tersebut. Namun, pengakuan Danto dan delapan saksi lain menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan sistematis di Kemenhub.

Nama Bobby Nasution juga kembali disebut dalam kasus korupsi proyek jalan. Mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting, dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara karena menerima suap terkait proyek senilai Rp157,8 miliar. Bobby bahkan diketahui ikut meninjau langsung proyek tersebut.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memanggil Bobby sebagai saksi. Hakim Kamozaro Waruwu juga telah memerintahkan hal serupa, meski kediamannya dilaporkan terbakar dalam insiden mencurigakan.

Di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut, gejolak lain muncul. Dalam setahun terakhir, tujuh pejabat eselon II mengundurkan diri, termasuk Kepala BKAD dan Kadis Perkebunan. Bobby menilai hal itu sebagai konsekuensi dari kinerja buruk, namun pengunduran diri massal ini menimbulkan dugaan adanya tekanan politik.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana proyek infrastruktur yang seharusnya bermanfaat bagi rakyat justru diperas untuk kepentingan politik. Kesaksian Danto menjadi potret nyata praktik “state capture” di mana pejabat dijadikan pengumpul dana kampanye dengan ancaman pemecatan.

Kini publik menunggu langkah KPK dan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti pengakuan tersebut. Pertanyaan besar yang tersisa berapa banyak lagi proyek rakyat yang dikorbankan demi ambisi politik?

Subscribe to our magazine

━ more like this

Dedi Jaminsyah: Penertiban Galian C Ilegal Bentuk Instruksi Tegas Gubernur Sumut

MEDAN — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Utara mulai mengintensifkan pemetaan serta penertiban terhadap aktivitas pertambangan ilegal atau galian C...

Buron Kasus Kredit Fiktif BRI Kutalimbaru Akhirnya Dibekuk Tim AMC Kejagung

MEDAN — Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI bersama Kejaksaan Negeri Medan berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan tindak pidana korupsi...

Polda Sumut Didesak Segera Tutup Lokasi Judi Tembak Ikan Milik Pipit dan Asen di Belawan

MEDAN - Polda Sumut didesak agar segera menutup lokasi judi permainan tembak ikan dan dingdong milik Pipit dan Asen yang berlokasi di wilayah Belawan,...

Acuhkan Perintah Tegas Gubsu Bobby Nasution, Proyek Pembangunan Hunian Mewah Pondok Indah Cemara Diduga Gunakan Tanah Timbun Galian C Ilegal Desa Ajibaho

MEDAN - Terkait Proyek Pembangunan Hunian Mewah Pondok Indah Cemara Gunakan Tanah Timbun Galian C Ilegal dari Dusun Vlll, Namo Cancan, Desa Ajibaho, Kec...

Karir Kilat Yoga Pratama: Dikasih Bobby Jabatan Kepala Biro PBJ Sumut, Dulu Sering Didemo Warga Belawan

Medan - Jabatan eselon II Pemprov Sumut kembali ramai diperbincangkan. Persoalannya karena sejumlah nama yang double job menduduki dua jabatan. Namun, ada juga nama eselon...
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini