25.7 C
Medan
spot_imgspot_img

Danto Restyawan Sebut: Dana Proyek Rel Kereta Api Senilai Rp5,5 Miliar untuk Kampanye Pilgub Sumut Bobby Nasution – Surya

Date:

Share:

Sidang di Pengadilan Negeri Medan pada Rabu siang berubah menjadi panggung politik yang mengejutkan. Danto Restyawan, mantan Direktur LLA Kereta DJKA Kemenhub, memberikan kesaksian bahwa dana proyek rel senilai Rp5,5 miliar dikumpulkan atas perintah mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk mendukung pemenangan Pilpres dan Pilgub Sumut 2024.

Dalam kesaksiannya di hadapan hakim Kamozaro Waruwu, Danto mengaku terpaksa menjalankan instruksi karena takut dicopot dari jabatannya. Skema pengumpulan dana disebut melibatkan pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kontraktor, dengan aliran uang yang akhirnya digunakan untuk kepentingan kampanye. 

“Pengumpulan dana untuk Pilpres dan Pilkada Sumut untuk Bobby itu benar,” tegas Danto, merujuk pada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Proyek jalur kereta Bandar Tinggi–Kuala Tanjung dan Kisaran–Mambang yang seharusnya mendukung konektivitas Sumut diduga dijadikan “mesin ATM politik”. Modus yang diungkap termasuk suap untuk memenangkan rekanan, pengaturan lelang, hingga aliran dana ke kampanye.

Budi Karya Sumadi yang hadir via Zoom membantah tudingan tersebut. Namun, pengakuan Danto dan delapan saksi lain menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan sistematis di Kemenhub.

Nama Bobby Nasution juga kembali disebut dalam kasus korupsi proyek jalan. Mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting, dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara karena menerima suap terkait proyek senilai Rp157,8 miliar. Bobby bahkan diketahui ikut meninjau langsung proyek tersebut.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memanggil Bobby sebagai saksi. Hakim Kamozaro Waruwu juga telah memerintahkan hal serupa, meski kediamannya dilaporkan terbakar dalam insiden mencurigakan.

Di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut, gejolak lain muncul. Dalam setahun terakhir, tujuh pejabat eselon II mengundurkan diri, termasuk Kepala BKAD dan Kadis Perkebunan. Bobby menilai hal itu sebagai konsekuensi dari kinerja buruk, namun pengunduran diri massal ini menimbulkan dugaan adanya tekanan politik.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana proyek infrastruktur yang seharusnya bermanfaat bagi rakyat justru diperas untuk kepentingan politik. Kesaksian Danto menjadi potret nyata praktik “state capture” di mana pejabat dijadikan pengumpul dana kampanye dengan ancaman pemecatan.

Kini publik menunggu langkah KPK dan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti pengakuan tersebut. Pertanyaan besar yang tersisa berapa banyak lagi proyek rakyat yang dikorbankan demi ambisi politik?

Subscribe to our magazine

━ more like this

Beredar Kabar Bupati dan Mantan Anggota DPRD Sumut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Dugaan Korupsi

Beredar Kabar Bupati dan Mantan Anggota DPRD Sumut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Dugaan Korupsi Informasi tersebar, Tim Anti Rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penangkapan di...

Bersama Menjaga Situasi Kamtibmas di Sumut untuk Indonesia Emas: “Kritik Boleh, Anarkis Jangan”

MEDAN – Koordinator Aliansi Aktivis Kota (AKTA), Ari Gusti, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan...

Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026: Momentum Dongkrak Ekonomi dan Rebranding Citra Kota

MEDAN – Penunjukan Kota Medan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) 2026 dinilai sebagai langkah strategis dalam...

Terungkap! Oknum Petinggi Bawaslu Sumut Diduga Manipulasi Data Pegawai untuk Ajukan Pinjaman Bank Pemerintah, Nilainya Disebut Capai Miliaran Rupiah

Medan – Dugaan praktik manipulasi data pegawai mencuat di lingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara. Sejumlah petinggi lembaga tersebut diduga mengubah status kepegawaian...

Garda Kamtibmas Desak Agus Copot Kakanwil Imigrasi Sumut Usai Pabrik Vape Narkotika Terungkap

Medan - Terbongkarnya pabrik narkotika jenis vape yang diduga dikendalikan warga negara asing (WNA) asal Singapura di Kota Medan memicu desakan keras terhadap Kementerian...
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini