27.6 C
Medan

Danto Restyawan Sebut: Dana Proyek Rel Kereta Api Senilai Rp5,5 Miliar untuk Kampanye Pilgub Sumut Bobby Nasution – Surya

Date:

Share:

Sidang di Pengadilan Negeri Medan pada Rabu siang berubah menjadi panggung politik yang mengejutkan. Danto Restyawan, mantan Direktur LLA Kereta DJKA Kemenhub, memberikan kesaksian bahwa dana proyek rel senilai Rp5,5 miliar dikumpulkan atas perintah mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk mendukung pemenangan Pilpres dan Pilgub Sumut 2024.

Dalam kesaksiannya di hadapan hakim Kamozaro Waruwu, Danto mengaku terpaksa menjalankan instruksi karena takut dicopot dari jabatannya. Skema pengumpulan dana disebut melibatkan pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kontraktor, dengan aliran uang yang akhirnya digunakan untuk kepentingan kampanye. 

“Pengumpulan dana untuk Pilpres dan Pilkada Sumut untuk Bobby itu benar,” tegas Danto, merujuk pada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Proyek jalur kereta Bandar Tinggi–Kuala Tanjung dan Kisaran–Mambang yang seharusnya mendukung konektivitas Sumut diduga dijadikan “mesin ATM politik”. Modus yang diungkap termasuk suap untuk memenangkan rekanan, pengaturan lelang, hingga aliran dana ke kampanye.

Budi Karya Sumadi yang hadir via Zoom membantah tudingan tersebut. Namun, pengakuan Danto dan delapan saksi lain menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan sistematis di Kemenhub.

Nama Bobby Nasution juga kembali disebut dalam kasus korupsi proyek jalan. Mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting, dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara karena menerima suap terkait proyek senilai Rp157,8 miliar. Bobby bahkan diketahui ikut meninjau langsung proyek tersebut.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memanggil Bobby sebagai saksi. Hakim Kamozaro Waruwu juga telah memerintahkan hal serupa, meski kediamannya dilaporkan terbakar dalam insiden mencurigakan.

Di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut, gejolak lain muncul. Dalam setahun terakhir, tujuh pejabat eselon II mengundurkan diri, termasuk Kepala BKAD dan Kadis Perkebunan. Bobby menilai hal itu sebagai konsekuensi dari kinerja buruk, namun pengunduran diri massal ini menimbulkan dugaan adanya tekanan politik.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana proyek infrastruktur yang seharusnya bermanfaat bagi rakyat justru diperas untuk kepentingan politik. Kesaksian Danto menjadi potret nyata praktik “state capture” di mana pejabat dijadikan pengumpul dana kampanye dengan ancaman pemecatan.

Kini publik menunggu langkah KPK dan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti pengakuan tersebut. Pertanyaan besar yang tersisa berapa banyak lagi proyek rakyat yang dikorbankan demi ambisi politik?

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Monopoli Judi Di Sumut, Bendera AK Berkibar di Kabupaten Karo Rajai Toto Gelap

TANAH KARO – Nama Aseng Kayu alias AK kembali menjadi sorotan. Sosok yang disebut-sebut sebagai pengendali bisnis perjudian togel di sejumlah wilayah Sumatera Utara...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini