27.7 C
Medan

Dinilai Cederai Marwah Penegak Hukum, AKTA Desak Pemecatan Oknum Jaksa “Koboi” di Labusel

Date:

Share:

Medan — Tindakan arogan seorang oknum jaksa di Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang diduga menodongkan senjata api menuai kecaman keras dari Aliansi Aktivis Kota (AKTA). Perilaku tersebut dinilai telah mencoreng marwah institusi penegak hukum dan tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun. Senin( 27/04/2026)

Kordinator Aliansi Aktivis Kota (AKTA) menegaskan, seorang aparat penegak hukum seharusnya menjadi teladan dalam menjunjung tinggi hukum, bukan justru mempertontonkan aksi layaknya “koboi” yang meresahkan masyarakat. Tindakan tersebut bukan hanya menciptakan ketakutan, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.

“Oknum jaksa berinisial ‘E’ ini sudah melewati batas. Kami menilai yang bersangkutan tidak lagi layak berada di institusi kejaksaan karena telah mencoreng nama baik lembaga,” tegas Rizky.

Lebih lanjut, Rizky juga menyoroti dugaan praktik penyimpangan lain yang dilakukan oleh oknum tersebut, termasuk indikasi pemerasan dalam penanganan perkara yang semakin memperparah citra buruk aparat penegak hukum di mata masyarakat.

Adapun tuntutan tegas AKTA adalah sebagai berikut:

1. Mendesak Kejaksaan Agung RI untuk segera memecat oknum jaksa berinisial “E” yang terlibat dalam insiden penodongan senjata api di Medan/Labusel.

2. Mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk segera menangkap dan memproses hukum jaksa “koboi” tersebut atas dugaan tindak pidana yang dilakukannya.

3. Menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal di tubuh kejaksaan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

AKTA menegaskan, aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial terhadap institusi penegak hukum agar tetap berjalan di koridor yang benar dan tidak menyalahgunakan kewenangan.

“Aksi ini adalah peringatan keras. Jangan biarkan hukum dipermainkan oleh oknum yang seharusnya menjaganya. Jika tidak ada tindakan tegas, maka kami akan menggelar aksi lanjutan sebagai bentuk tekanan moral kepada aparat penegak hukum,” tutup Rizky.

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Monopoli Judi Di Sumut, Bendera AK Berkibar di Kabupaten Karo Rajai Toto Gelap

TANAH KARO – Nama Aseng Kayu alias AK kembali menjadi sorotan. Sosok yang disebut-sebut sebagai pengendali bisnis perjudian togel di sejumlah wilayah Sumatera Utara...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini