24.9 C
Medan
spot_imgspot_img

Dinilai Cederai Marwah Penegak Hukum, AKTA Desak Pemecatan Oknum Jaksa “Koboi” di Labusel

Date:

Share:

Medan — Tindakan arogan seorang oknum jaksa di Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang diduga menodongkan senjata api menuai kecaman keras dari Aliansi Aktivis Kota (AKTA). Perilaku tersebut dinilai telah mencoreng marwah institusi penegak hukum dan tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun. Senin( 27/04/2026)

Kordinator Aliansi Aktivis Kota (AKTA) menegaskan, seorang aparat penegak hukum seharusnya menjadi teladan dalam menjunjung tinggi hukum, bukan justru mempertontonkan aksi layaknya “koboi” yang meresahkan masyarakat. Tindakan tersebut bukan hanya menciptakan ketakutan, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.

“Oknum jaksa berinisial ‘E’ ini sudah melewati batas. Kami menilai yang bersangkutan tidak lagi layak berada di institusi kejaksaan karena telah mencoreng nama baik lembaga,” tegas Rizky.

Lebih lanjut, Rizky juga menyoroti dugaan praktik penyimpangan lain yang dilakukan oleh oknum tersebut, termasuk indikasi pemerasan dalam penanganan perkara yang semakin memperparah citra buruk aparat penegak hukum di mata masyarakat.

Adapun tuntutan tegas AKTA adalah sebagai berikut:

1. Mendesak Kejaksaan Agung RI untuk segera memecat oknum jaksa berinisial “E” yang terlibat dalam insiden penodongan senjata api di Medan/Labusel.

2. Mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk segera menangkap dan memproses hukum jaksa “koboi” tersebut atas dugaan tindak pidana yang dilakukannya.

3. Menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal di tubuh kejaksaan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

AKTA menegaskan, aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial terhadap institusi penegak hukum agar tetap berjalan di koridor yang benar dan tidak menyalahgunakan kewenangan.

“Aksi ini adalah peringatan keras. Jangan biarkan hukum dipermainkan oleh oknum yang seharusnya menjaganya. Jika tidak ada tindakan tegas, maka kami akan menggelar aksi lanjutan sebagai bentuk tekanan moral kepada aparat penegak hukum,” tutup Rizky.

Subscribe to our magazine

━ more like this

Al Wasliyah Medan Nyatakan Dukungan Perpres 111/2025, Dorong Lahirnya Perda Larangan Aktivitas LGBTQ

Medan - Pengurus Daerah (PD) Al Jam'iyatul Washliyah Kota Medan menyatakan dukungan penuh terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum...

Beredar Kabar Bupati dan Mantan Anggota DPRD Sumut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Dugaan Korupsi

Beredar Kabar Bupati dan Mantan Anggota DPRD Sumut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Dugaan Korupsi Informasi tersebar, Tim Anti Rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penangkapan di...

Bersama Menjaga Situasi Kamtibmas di Sumut untuk Indonesia Emas: “Kritik Boleh, Anarkis Jangan”

MEDAN – Koordinator Aliansi Aktivis Kota (AKTA), Ari Gusti, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan...

Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026: Momentum Dongkrak Ekonomi dan Rebranding Citra Kota

MEDAN – Penunjukan Kota Medan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) 2026 dinilai sebagai langkah strategis dalam...

Terungkap! Oknum Petinggi Bawaslu Sumut Diduga Manipulasi Data Pegawai untuk Ajukan Pinjaman Bank Pemerintah, Nilainya Disebut Capai Miliaran Rupiah

Medan – Dugaan praktik manipulasi data pegawai mencuat di lingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara. Sejumlah petinggi lembaga tersebut diduga mengubah status kepegawaian...
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini