23.7 C
Medan
spot_imgspot_img

kejati Sumut Didesak Ambil Alih Pemeriksaan Terkait Kasus Dugaan Korupsi Perlengkapan Siswa Miskin di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan

Date:

Share:

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB ALAMP AKSI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Kamis (5/2/2026), menuntut pengusutan dugaan penyimpangan dalam pengadaan perlengkapan sekolah bagi siswa SMP kurang mampu Tahun Anggaran 2024 di Dinas Pendidikan Kota Medan.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan agar Kejati Sumut mengambil alih penanganan dugaan korupsi pengadaan perlengkapan sekolah yang disebut bernilai sekitar Rp16 miliar. Aksi berlangsung cukup lama karena perwakilan pengunjuk rasa belum diterima pihak Kejati Sumut, hingga beberapa peserta aksi sempat memanjat pagar gedung kejaksaan saat menyampaikan orasi.

Ketua Umum PB ALAMP AKSI, Eka Armada Danu Saptala, menyatakan bahwa pengambilalihan penanganan perkara dinilai perlu dilakukan mengingat belum adanya kejelasan tindak lanjut dari proses hukum yang sebelumnya ditangani Kejaksaan Negeri Medan.

Menurut Eka, Kejari Medan telah memeriksa Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan berinisial AY pada Mei 2025 terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tas ransel dan seragam sekolah bagi siswa kurang mampu. Namun, hingga Februari 2026, status penanganan perkara tersebut dinilai belum transparan.

“Sudah hampir satu tahun sejak pemeriksaan dilakukan, tetapi sampai sekarang tidak ada kejelasan perkembangan kasusnya. Karena itu, kami meminta Kejati Sumut mengambil alih pemeriksaan agar penanganannya lebih maksimal dan terbuka,” ujar Eka kepada wartawan.

Ia menjelaskan, anggaran pengadaan perlengkapan sekolah bagi siswa SMP kurang mampu tersebut terbagi dalam dua paket kegiatan. Paket pertama berupa pengadaan seragam sekolah senilai Rp11.123.500.000 yang meliputi pakaian sekolah muslim, atribut seragam SMP, serta sepatu sekolah.

Sementara paket kedua adalah pengadaan tas ransel SMP dengan nilai Rp5.000.000.000 dan volume pekerjaan sebanyak 20.000 unit.

PB ALAMP AKSI menduga pelaksanaan pengadaan tersebut bermasalah, khususnya terkait kualitas barang. Eka menyebutkan, berdasarkan informasi yang mereka peroleh, barang yang disediakan oleh perusahaan pemenang tender, yakni CV Anugrah Perdana Lestari dan CV Roya Deli, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.

Selain itu, ia juga menyampaikan adanya dugaan kedekatan antara perusahaan pemenang tender dengan oknum tertentu di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, sehingga memunculkan dugaan praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk membuktikan dugaan tersebut secara profesional. Jika terbukti ada pelanggaran hukum, pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Eka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejati Sumut maupun Dinas Pendidikan Kota Medan terkait tuntutan dan dugaan yang disampaikan oleh massa aksi.

Subscribe to our magazine

━ more like this

Beredar Kabar Bupati dan Mantan Anggota DPRD Sumut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Dugaan Korupsi

Beredar Kabar Bupati dan Mantan Anggota DPRD Sumut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Dugaan Korupsi Informasi tersebar, Tim Anti Rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penangkapan di...

Bersama Menjaga Situasi Kamtibmas di Sumut untuk Indonesia Emas: “Kritik Boleh, Anarkis Jangan”

MEDAN – Koordinator Aliansi Aktivis Kota (AKTA), Ari Gusti, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan...

Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026: Momentum Dongkrak Ekonomi dan Rebranding Citra Kota

MEDAN – Penunjukan Kota Medan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) 2026 dinilai sebagai langkah strategis dalam...

Terungkap! Oknum Petinggi Bawaslu Sumut Diduga Manipulasi Data Pegawai untuk Ajukan Pinjaman Bank Pemerintah, Nilainya Disebut Capai Miliaran Rupiah

Medan – Dugaan praktik manipulasi data pegawai mencuat di lingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara. Sejumlah petinggi lembaga tersebut diduga mengubah status kepegawaian...

Garda Kamtibmas Desak Agus Copot Kakanwil Imigrasi Sumut Usai Pabrik Vape Narkotika Terungkap

Medan - Terbongkarnya pabrik narkotika jenis vape yang diduga dikendalikan warga negara asing (WNA) asal Singapura di Kota Medan memicu desakan keras terhadap Kementerian...
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini