Medan — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan menunjukkan komitmen dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kegiatan monitoring dan penindakan terhadap wajib pajak yang tidak patuh.
Komitmen tersebut ditandai dengan Apel Persiapan Monitoring dan Penindakan Peningkatan PAD yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, di halaman Kantor Bapenda, Rabu (6/5). Kegiatan ini melibatkan jajaran personel Bapenda bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan.
M. Agha Novrian menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna meningkatkan efektivitas penagihan pajak daerah, khususnya pada sektor pajak reklame yang masih ditemukan tingkat kepatuhan yang rendah.

“Sinergi ini merupakan bentuk keseriusan dalam menjaga kepatuhan wajib pajak. Kami berharap upaya ini dapat mengoptimalkan PAD Kota Medan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Usai apel, tim gabungan langsung melakukan penindakan di sejumlah titik objek pajak reklame yang teridentifikasi menunggak, antara lain di kawasan Jalan Danau Singkarak dan Jalan Putri Hijau hingga Jalan Merak Jingga.
Di lapangan, petugas melakukan tindakan sesuai prosedur operasional standar (SOP), mulai dari pemasangan stiker peringatan hingga penurunan reklame bagi wajib pajak yang tidak kooperatif. Bapenda juga menetapkan batas waktu tiga hari sejak pemasangan stiker peringatan. Apabila dalam waktu tersebut tidak ada respons dari wajib pajak, maka reklame akan dibongkar.

Meski dilakukan penindakan, pendekatan persuasif tetap dikedepankan. Petugas memberikan edukasi terkait kewajiban perpajakan.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan pemilik reklame dalam membayar pajak, sebagai kontribusi terhadap pembangunan Kota Medan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M. Agha Novrian, menyatakan bahwa kegiatan serupa akan dilaksanakan secara rutin, tidak hanya menyasar pajak reklame, tetapi juga seluruh objek pajak yang dikelola Bapenda, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengoptimalkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).



