27.6 C
Medan

Terbukti Bersalah Menyimpan Ganja Seberat 21,9 Kg, 3 Terdakwa Divonis 14 Tahun Penjara

Date:

Share:

Tiga terdakwa divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan 14 tahun penjara terkait kasus kepemilikan narkoba, ketiganya yakni Sukamto (36) warga Aceh, Anggi Prayogi (38) warga Pulo Brayan, dan Muhammad Yuda Sahri (40) warga Sunggal, Deliserdang.

Ketiga terdakwa ini terbukti secara sah dan bersalah menyimpan ganja seberat 21,9 kilogram.

“Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 14 tahun serta denda Rp1 miliar, subsider 6 bulan penjara,” ujar Ketua Majelis Hakim Khamozaro Waruwu, dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 8 PN Medan, Selasa (20/1/2026) sore.

Hakim menyatakan para terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) juo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Majelis menilai perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Namun, hal yang meringankan para terdakwa bersikap sopan selama menjalani persidangan.

Usai mendengar putusan, hakim memberikan waktu kepada penasehat hukum terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk berfikir selama 7 hari depan, apakah menerima putusan atau mengajukan banding.

Dalam kasus ini, putusan yang diberikan hakim lebih rendah dari tuntutan JPU. Sebelumnya, JPU Kejaksaan Negeri Medan menuntut ketiga terdakwa masing-masing 18 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider 8 bulan penjara.

Didalam dakwaan, kasus ini bermula pada 1 Agustus 2025, saat Sukamto menerima telepon dari rekannya bernama Ameng yang meminta dicarikan tempat penyimpanan ganja. Ameng kemudian menanggung biaya sewa rumah kosong milik Muhammad Yuda Sahri di Jalan Garuda Gang Sekolah, Medan Sunggal.

Selanjutnya pada 3 Agustus 2025, Ameng menyerahkan 40 bungkus ganja dengan berat total 21,9 kilogram kepada Sukamto untuk disimpan disalah satu kamar rumah tersebut. Dalam perjalanannya, sebagian ganja sempat diedarkan.

Lalu, pada 8 dan 11 Agustus 2025, Anggi Prayogi memesan masing-masing satu kilogram ganja kepada Sukamto. Pada transaksi terakhir, Yuda Sahri turut dilibatkan untuk mengantarkan barang.

Selanjutnya, perbuatan ketiganya berakhir pada 11 Agustus 2025 setelah polisi menangkap Anggi. Penangkapan kemudian berkembang hingga Sukamto dan Yuda Sahri turut diamankan di sebuah warung. Dari hasil pengembangan, polisi menemukan 28 bungkus ganja lainnya yang disimpan di rumah kosong tersebut.

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Monopoli Judi Di Sumut, Bendera AK Berkibar di Kabupaten Karo Rajai Toto Gelap

TANAH KARO – Nama Aseng Kayu alias AK kembali menjadi sorotan. Sosok yang disebut-sebut sebagai pengendali bisnis perjudian togel di sejumlah wilayah Sumatera Utara...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini