23.6 C
Medan
spot_imgspot_img

Terseret Dugaan Asusila, GMNI: Rico Waas Segera Evaluasi Kaban Kesbangpol

Date:

Share:

Medan – Buruknya kualitas Badan Pertimbangan Jabatan dan kepangkatan (Baperjakat) Pemerintah Kota Medan menjadi sorotan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). 

Pasalnya, 1 Tahun kepemimpinan Wali Kota Medan  Rico Waas yang terkesan minim program dan prestasi, ternyata minim juga dalam manajemen kepemimpinan. 

“Pembangunan minim, bahkan banyak pejabat yang terindikasi masalah terkesan dingin tanpa evaluasi, salah satu contohnya Kaban kesbangpol AMS yang diduga terjerat asusila hingga penelantaran anak.” Ujar Wakil Ketua DPC GMNI Kota Medan Edy Ginting Suka, dalam rillisnya Minggu (22/2/2026).

Dipaparkan Edy Ginting Suka, DPC GMNI Kota Medan di bawah kepemimpinan Ketua Damses Sianturi Sekretaris Diga Pinem saat ini menyoroti kualitas kepemimpinan Rico Waas, yang seakan menciptakan sejarah terburuk dalam manajemen dan evaluasi kinerja pejabat eselon II khususnya di Pemko Medan. 

Pengisian jabatan yang terindikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). “Artinya, Rico Waas seakan terang-terangan pengisian jabatan bisa di komunikasikan dengan dugaan faktor kedekatan atau ada gratifikasi di dalam nya. Begitu juga pejabat bermasalah, terkesan tidak terevaluasi meski sudah menjadi sorotan masyarakat publik,” Tegasnya. 

Untuk, Lanjut Edy Ginting Suka mengingatkan dan mengecam, agar Baperjakat pada masa kepemimpinan Rico Waas segera berbenah. 

Dugaan asusila dan penelantaran anak itu merupakan perilaku sangat buruk dan layak untuk dievaluasi serta dicopot jika bukti-bukti yang disampaikan korban yaitu istri sirih serta anak yang dihasilkan. 

“Badan Kesbangpol bertugas membantu Kepala Daerah merumuskan kebijakan dan melaksanakan urusan pemerintahan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Fokus utamanya adalah memelihara persatuan, stabilitas politik dalam negeri, wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, serta memfasilitasi kerukunan antarwarga dan organisasi kemasyarakatan (Ormas).  Dugaan pelanggaran perilaku asusila bertentangan jauh dengan tugas fungsi tersebut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, AMS diminta untuk bertanggung jawab atas dugaan pengingkaran dan penelantaran anak yang masih berusia 1,5 tahun dari hasil hubungan gelapnya.

Hal itu disampaikan oleh MT yang berstatus sebagai honorer di Pemko Medan saat bertemu dengan awak media di kawasan Kecamatan Medan Johor, pada Rabu (8/11/2023).

MT menjelaskan, pada 2021 lalu dirinya bertemu dengan AMS yang masih menjabat sebagai Camat di Kota Medan. Lalu berjalannya waktu ia bersama AMS menjalin kasih (pacaran-red).

“Tepatnya pada Oktober 2021 aku hamil anak dari AMS yang sekarang menjabat sebagai Kadis Kesbangpol Kota Medan,” jelasnya setelah hamil hubungannya bersama AMS pupus.

MT juga mengungkapkan, saat menjalin kasih dengan AMS dirinya sudah pisah dengan suami sahnya. 

“Namun AMS tidak mau bertanggung jawab mulai dari hamil hingga melahirkan dia tidak peduli,” ungkapnya kasus ini pun telah dilaporkan ke BKD, Inspektorat serta Wali Kota Medan.

“Saya harap si AMS ini mau bertanggung jawab menafkahi anak hasil dari hubungan kami ini,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Inspektorat Kota Medan, Erfin Fachrur Razi, S.STP,M.SI, saat dikonfirmasi lewat pesan singkat WhatsApp belum memberikan tanggapannya.

Subscribe to our magazine

━ more like this

Beredar Kabar Bupati dan Mantan Anggota DPRD Sumut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Dugaan Korupsi

Beredar Kabar Bupati dan Mantan Anggota DPRD Sumut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Dugaan Korupsi Informasi tersebar, Tim Anti Rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penangkapan di...

Bersama Menjaga Situasi Kamtibmas di Sumut untuk Indonesia Emas: “Kritik Boleh, Anarkis Jangan”

MEDAN – Koordinator Aliansi Aktivis Kota (AKTA), Ari Gusti, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan...

Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026: Momentum Dongkrak Ekonomi dan Rebranding Citra Kota

MEDAN – Penunjukan Kota Medan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) 2026 dinilai sebagai langkah strategis dalam...

Terungkap! Oknum Petinggi Bawaslu Sumut Diduga Manipulasi Data Pegawai untuk Ajukan Pinjaman Bank Pemerintah, Nilainya Disebut Capai Miliaran Rupiah

Medan – Dugaan praktik manipulasi data pegawai mencuat di lingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara. Sejumlah petinggi lembaga tersebut diduga mengubah status kepegawaian...

Garda Kamtibmas Desak Agus Copot Kakanwil Imigrasi Sumut Usai Pabrik Vape Narkotika Terungkap

Medan - Terbongkarnya pabrik narkotika jenis vape yang diduga dikendalikan warga negara asing (WNA) asal Singapura di Kota Medan memicu desakan keras terhadap Kementerian...
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini