MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Waas, diminta untuk segera menutup tempat joget hiburan malam (THM) New Zone yang berlokasi di Jalan Mangkubumi, Kecamatan Medan Maimun.
Permintaan kepada Wali Kota Medan mengingat keberadaan THM New Zone kerap menjadi pemicu terjadinya gangguan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta adanya peredaran narkoba, Senin (19/1) malam.
“Kami meminta agar Pak Rico Waas segera turun tangan tutup THM New Zone karena keberadaannya sangat mengganggu situasi kamtibmas di tempat tinggal kami di sini,” harap warga.
Warga menjelaskan, bahwa di THM New Zone kerap terjadi aksi keributan. Nah, baru-baru ini seorang pengunjung menjadi korban penganiayaan serta pembacokan di THM New Zone.
“Kami sangat resah pak Rico. Tolonglah agar secepatnya menutup THM New Zone itu karena tidak ada manfaatnya dan hanya merusak anak-anak generasi penerus bangsa di sini,” jelasnya.
Sementara itu, Tokoh pemuda setempat, Rido Parinduri, mengakui selama ini THM New Zone menjadi faktor utama kerap terjadi aksi keributan. “Sudah sering terjadi kasus keributan di THM New Zone ini. Kalau peredaran narkoba udahlah tahu sama tahu aja kita,” cetusnya, saat ditemui awak media.
Untuk diketahui peristiwa penganiayaan yang berujung pada pembacokan dialami M Guswanda Anggi Rivaldi Simanjuntak alias Angga warga Jalan M Nawi Harahap Blok B No 2 Binjai Medan Kota, Kota Medan. Korban nyaris meregang nyawa akibat sekujur tubuhnya mengalami luka bacok pada, Minggu (18/1) pagi.
Kasus tindak pidana itu pun telah dilaporkan Zahra Suci Ramadhanty Simanjuntak adik kandung korban sesuai Nomor: LP/B/44/I/2026/SPKT/POLSEK MEDAN KOTA/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA Tanggal 18 Januari 2026.
Keluarga korban berharap pihak kepolisian agar memanggil dan meminta penyidik untuk memeriksa Aan (manager THM NZ). Sebab, saat peristiwa terjadi, Aan tidak melerai dan bahkan terkesan melakukan pembiaran terjadinya peristiwa penganiayaan tersebut.
Terpisah, Anthony W Marpaung alias Aan selaku manager THM New Zone yang dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut belum ada memberikan keterangan kepada wartawan.



