27 C
Medan

Garda Kamtibmas Desak Agus Copot Kakanwil Imigrasi Sumut Usai Pabrik Vape Narkotika Terungkap

Date:

Share:

Medan – Terbongkarnya pabrik narkotika jenis vape yang diduga dikendalikan warga negara asing (WNA) asal Singapura di Kota Medan memicu desakan keras terhadap Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran keimigrasian di Sumatera Utara.

Satresnarkoba Polrestabes Medan mengungkap industri rumahan vape narkotika yang beroperasi di sebuah rumah kos mewah di Kota Medan. Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan WNA Singapura berinisial TM sebagai pengendali utama yang diduga menjalankan aktivitas ilegal bersama seorang perempuan berinisial MWQ.

Kasus ini kemudian memunculkan sorotan publik terhadap fungsi pengawasan orang asing oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara serta Kantor Imigrasi Kelas I TPI Medan. Pasalnya, TM diduga telah keluar masuk Indonesia sejak 2025, namun tetap dapat menjalankan aktivitas yang berujung pada dugaan produksi narkotika tanpa terdeteksi secara dini.

Ketua Umum Garda Kamtibmas Sumatera Utara, Ardiansyah Tanjung, menilai kondisi tersebut sebagai indikasi serius lemahnya sistem pengawasan keimigrasian di daerah.

“Bagaimana mungkin sejak 2025 seorang WNA yang kini diduga menjadi pengendali pabrik vape narkotika bisa leluasa keluar masuk Indonesia tanpa terdeteksi aktivitasnya? Ini menunjukkan adanya celah serius dalam sistem pengawasan orang asing,” ujar Ardiansyah.

Ia menegaskan, peristiwa tersebut tidak bisa hanya dipandang sebagai kasus kriminal biasa, melainkan harus menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap kinerja keimigrasian di Sumatera Utara.

Menurut Ardiansyah, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto perlu mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi hingga pencopotan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara apabila ditemukan adanya kelalaian dalam pengawasan.

“Jika benar terdapat kelalaian dalam pengawasan, maka sudah sepatutnya dilakukan pencopotan sebagai bentuk tanggung jawab institusional dan moral. Ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik,” katanya.

Ia juga menyoroti posisi Sumatera Utara yang kerap disebut sebagai salah satu jalur rawan peredaran narkotika lintas negara, sehingga pengawasan terhadap orang asing semestinya dilakukan dengan lebih ketat dan berlapis.

“Kasus ini harus menjadi alarm keras. Jangan sampai jaringan kejahatan transnasional memanfaatkan lemahnya pengawasan di daerah,” ujarnya.

Ardiansyah menambahkan, desakan tersebut bukan untuk menghakimi proses hukum yang sedang berjalan, melainkan sebagai bentuk dorongan agar pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan orang asing di daerah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara maupun Kantor Imigrasi Kelas I TPI Medan belum memberikan keterangan resmi terkait desakan tersebut. 

spot_img

━ more like this

Dishub Medan Diduga Langgar Perda, Kelola Parkir Tanpa Perwal Dan Perjanjian Kerja Sama, Dana Jaminan Rp1,3 Miliar Tak Disetor Diduga Masuk Kantong Pribadi

MEDAN – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membuka tabir dugaan pelanggaran serius dalam pengelolaan retribusi parkir di tepi jalan umum oleh Dinas Perhubungan (Dishub)...

Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Resmi Daftar sebagai Kandidat Ketua

MEDAN – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Musda KAHMI) Kota Medan yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 September 2026, dinamika pencalonan...

Aset Sekolah Rp12,24 Miliar Diduga Raib, PD14 Minta Kejari Medan Periksa Seluruh Pejabat Terkait dan Ungkap Aktor Intelektualnya

MEDAN – Kasus hilangnya aset sekolah senilai Rp12,24 miliar di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan dinilai tidak lagi dapat dipandang sebagai...

Isu Kedekatan Dengan Walikota Bayangi Jabatan Kabid PBB Bapenda Medan Di Tengah Rentetan Persoalan PAD

MEDAN – Rentetan persoalan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan kembali memunculkan isu yang berkembang di internal organisasi. Di tengah sorotan terhadap rendahnya...

Proyek Puluhan Miliar Disdikbud Medan Terlambat Bayar, Denda Ratusan Juta Sempat Tak Dipungut, Berpotensi Rugikan Daerah

MEDAN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali menyoroti tata kelola anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini