27.7 C
Medan

KPK Geledah Tujuh Kantor di Lingkungan Pemkab Langkat, Dua Koper Dibawa Keluar dari Dinas Perkim

Date:

Share:

Langkat – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas proses penggeledahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, Rabu (8/7/2026). Hingga sore hari, tim penyidik telah menyisir sedikitnya tujuh kantor pemerintahan yang diduga berkaitan dengan perkara korupsi yang menjerat Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin alias Ondim.

Setelah menyelesaikan penggeledahan di empat lokasi sejak pagi, penyidik kembali bergerak ke tiga instansi lain, yaitu Dinas Kesehatan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Sekitar pukul 17.30 WIB, tim penyidik meninggalkan Kantor Dinas Perkim di Stabat dengan membawa dua koper besar yang dikawal ketat personel Brimob. Seperti tahap sebelumnya, penyidik tidak memberikan keterangan kepada awak media.

Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Amril, membenarkan perluasan lokasi penggeledahan.
“Informasinya Kantor BKD dan Dinas Kesehatan juga digeledah. Tapi saya belum dapat kabar rinci dari kepala dinasnya,” ujar Amril.

Ia juga membenarkan segel pengawasan yang sebelumnya dipasang KPK di Kantor Bupati maupun rumah dinas telah dicabut.
“Saya menyaksikan segelnya sudah dicopot, artinya ruangan tersebut sudah bisa dipergunakan kembali,” tambahnya.

Amril mengaku belum mengetahui secara pasti barang atau dokumen apa saja yang diamankan. “Saya tidak tahu apa yang diambil, dan hingga saat ini belum ada ASN yang diperiksa, hari ini masih fokus penggeledahan,” jelasnya.

Sebelumnya, tim lebih dulu menggeledah ruang kerja Bupati, rumah dinas, Dinas Pendidikan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).
Di Dinas Pendidikan, penyidik membawa tiga koper berisi dokumen terkait 80 paket proyek yang dikerjakan tersangka Yaqub Abdhal Al Mu’arif melalui penunjukan langsung. Sementara di Dinas PUTR, tim hanya mengamankan dokumen elektronik dari komputer sekretaris dinas.

Rangkaian penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi, suap proyek, gratifikasi, serta dugaan jual beli jabatan yang menjerat Syah Afandin dan Yaqub Abdhal Al Mu’arif. KPK juga mendalami keterkaitan sejumlah instansi terkait pengadaan seragam sekolah dan berbagai proyek pemerintah di Kabupaten Langkat.

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

Resmi Dilantik, Fauzan Irgi Hasibuan Jabat Kasubagbin Kejari Simalungun

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun, Munawal Hadi, melantik dua pejabat struktural di Aula Kejaksaan Negeri Simalungun, Selasa (27/10/2026). Fauzan Irgi Hasibuan, SH, MH, dilantik menjabat...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini