Medan – Kasus kematian Winda Lorenza Gowasa (30), mantan istri seorang anggota Polri yang ditemukan meninggal dunia di kediaman Bripka IH, Komplek Bumi Asri, Medan, pada Minggu (2/8/2026) sore, memicu sorotan luas. Korban diduga mengakhiri hidup menggunakan senjata api di dalam kamar mandi, namun banyak pihak menilai peristiwa ini penuh kejanggalan dan tidak wajar.
Sejumlah tokoh nasional pun menyuarakan tanggapan dan desakan agar kasus ini diusut secara menyeluruh dan transparan.
Komjen. Purn. Susno Duadji: Kematian Tidak Wajar, Harus Dibuktikan Secara Ilmiah
Mantan Kabareskrim Polri, Komjen. Pol. Purn. Susno Duadji, menilai kematian Winda jelas merupakan kematian yang tidak wajar. Ia menegaskan terdapat dua kemungkinan yang harus dibuktikan secara ilmiah: apakah korban bunuh diri atau justru dibunuh.
“Untuk menjawab itu tidak cukup dengan pernyataan atau keterangan saksi. Harus ada alat bukti forensik,” tegas Susno.
Habiburokhman: Komisi III DPR Akan Panggil Polda Sumut dan Keluarga Korban
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengungkapkan pihaknya akan memanggil Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan, serta keluarga korban pada Selasa (11/8/2026) untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum guna mendapatkan penjelasan terkait kasus tersebut.
“Kami juga akan memanggil pihak Polda Sumatera Utara, pihak Polrestabes Medan, serta keluarga korban pada hari Selasa yang akan datang untuk melakukan rapat dengar pendapat umum,” ujar Habiburokhman dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Politikus Partai Gerindra itu mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian Winda agar tidak menyisakan keraguan bagi keluarga maupun masyarakat luas. Ia juga memperingatkan agar tidak ada fakta yang ditutup-tutupi, serta meminta polisi tidak menarik kesimpulan secara tergesa-gesa.
“Komisi III mendesak Polda Sumatera Utara, termasuk Polrestabes Medan beserta seluruh jajaran yang menangani perkara ini, untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan. Proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif, profesional, serta berbasis pendekatan ilmiah,” pungkasnya.
Yasonna Laoly: Bentuk Tim Khusus dan Libatkan Puslabfor
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Yasonna Laoly, meminta Polda Sumut mengungkap kasus ini secara terbuka dan transparan. Ia menilai sejumlah temuan yang beredar menunjukkan adanya kejanggalan dan keanehan yang sangat mencurigakan.
“Kita minta Polda Sumut mengungkap kasus ini secara terbuka dan transparan. Polda Sumut perlu membentuk Tim Khusus untuk menyelidikinya. Puslabfor Polri juga perlu dilibatkan,” tegas Yasonna.
Rieke Diah Pitaloka: Jangan Buru-buru Menarik Kesimpulan
Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, juga menyoroti kasus kematian Winda Lorenza Gowasa dan mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa tersebut.
“Usut tuntas kematian Winda. Jangan buru-buru ada kesimpulan atas kematian Winda. Segera ungkap tuntas kematian Winda Lorenza Gowasa,” ujar Rieke dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Rieke menambahkan, kasus ini menjadi atensi utama masyarakat. Oleh karenanya, negara wajib hadir untuk menegakkan keadilan hukum dan hak asasi manusia bagi almarhumah.

