27.6 C
Medan

Ragam Tanggapan Beberapa Politikus Indonesia Terkait Meninggalnya Winda Lorenza Gowasa

Date:

Share:

Medan – Kasus kematian Winda Lorenza Gowasa (30), mantan istri seorang anggota Polri yang ditemukan meninggal dunia di kediaman Bripka IH, Komplek Bumi Asri, Medan, pada Minggu (2/8/2026) sore, memicu sorotan luas. Korban diduga mengakhiri hidup menggunakan senjata api di dalam kamar mandi, namun banyak pihak menilai peristiwa ini penuh kejanggalan dan tidak wajar.

Sejumlah tokoh nasional pun menyuarakan tanggapan dan desakan agar kasus ini diusut secara menyeluruh dan transparan.

Komjen. Purn. Susno Duadji: Kematian Tidak Wajar, Harus Dibuktikan Secara Ilmiah

Mantan Kabareskrim Polri, Komjen. Pol. Purn. Susno Duadji, menilai kematian Winda jelas merupakan kematian yang tidak wajar. Ia menegaskan terdapat dua kemungkinan yang harus dibuktikan secara ilmiah: apakah korban bunuh diri atau justru dibunuh.

“Untuk menjawab itu tidak cukup dengan pernyataan atau keterangan saksi. Harus ada alat bukti forensik,” tegas Susno.

Habiburokhman: Komisi III DPR Akan Panggil Polda Sumut dan Keluarga Korban

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengungkapkan pihaknya akan memanggil Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan, serta keluarga korban pada Selasa (11/8/2026) untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum guna mendapatkan penjelasan terkait kasus tersebut.

“Kami juga akan memanggil pihak Polda Sumatera Utara, pihak Polrestabes Medan, serta keluarga korban pada hari Selasa yang akan datang untuk melakukan rapat dengar pendapat umum,” ujar Habiburokhman dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Politikus Partai Gerindra itu mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian Winda agar tidak menyisakan keraguan bagi keluarga maupun masyarakat luas. Ia juga memperingatkan agar tidak ada fakta yang ditutup-tutupi, serta meminta polisi tidak menarik kesimpulan secara tergesa-gesa.

“Komisi III mendesak Polda Sumatera Utara, termasuk Polrestabes Medan beserta seluruh jajaran yang menangani perkara ini, untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan. Proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif, profesional, serta berbasis pendekatan ilmiah,” pungkasnya.

Yasonna Laoly: Bentuk Tim Khusus dan Libatkan Puslabfor

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Yasonna Laoly, meminta Polda Sumut mengungkap kasus ini secara terbuka dan transparan. Ia menilai sejumlah temuan yang beredar menunjukkan adanya kejanggalan dan keanehan yang sangat mencurigakan.

“Kita minta Polda Sumut mengungkap kasus ini secara terbuka dan transparan. Polda Sumut perlu membentuk Tim Khusus untuk menyelidikinya. Puslabfor Polri juga perlu dilibatkan,” tegas Yasonna.

Rieke Diah Pitaloka: Jangan Buru-buru Menarik Kesimpulan

Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, juga menyoroti kasus kematian Winda Lorenza Gowasa dan mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa tersebut.

“Usut tuntas kematian Winda. Jangan buru-buru ada kesimpulan atas kematian Winda. Segera ungkap tuntas kematian Winda Lorenza Gowasa,” ujar Rieke dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Rieke menambahkan, kasus ini menjadi atensi utama masyarakat. Oleh karenanya, negara wajib hadir untuk menegakkan keadilan hukum dan hak asasi manusia bagi almarhumah.

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Monopoli Judi Di Sumut, Bendera AK Berkibar di Kabupaten Karo Rajai Toto Gelap

TANAH KARO – Nama Aseng Kayu alias AK kembali menjadi sorotan. Sosok yang disebut-sebut sebagai pengendali bisnis perjudian togel di sejumlah wilayah Sumatera Utara...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini