29 C
Medan

Isu Kedekatan Dengan Walikota Bayangi Jabatan Kabid PBB Bapenda Medan Di Tengah Rentetan Persoalan PAD

Date:

Share:

MEDAN – Rentetan persoalan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan kembali memunculkan isu yang berkembang di internal organisasi. Di tengah sorotan terhadap rendahnya capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), muncul pembicaraan mengenai proses penempatan pejabat yang disebut-sebut lebih dipengaruhi faktor kedekatan daripada kinerja.

Nama Kepala Bidang Pajak PBB Bapenda Kota Medan, Sahlan Romadhon, menjadi perhatian. Sejumlah sumber internal Bapenda menyebut Sahlan kerap menyampaikan kepada rekan kerja bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan Wali Kota Medan, Rico Waas, bahkan mengklaim ikut berkontribusi dalam kemenangan pasangan Rico–Zaki pada Pilkada.

“Dia sering mengaku ikut berkontribusi dalam kemenangan Rico-Zaki. Karena itu, dia merasa dipercaya menduduki jabatan sekarang,” ujar seorang sumber internal Bapenda yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Di lingkungan internal Bapenda, berkembang anggapan bahwa kedekatan dengan kepala daerah menjadi salah satu faktor yang membuat posisi Sahlan dinilai kuat, meski Bapenda sedang menghadapi berbagai sorotan publik terkait kinerja penerimaan pajak daerah.

Sumber yang sama bahkan menilai keberadaan Sahlan di kursi strategis Kabid Pajak PBB tidak terlepas dari faktor kedekatan politik. Ia disebut mampu menggeser pejabat lama, Sutan Partahi, yang telah lama berkarier di lingkungan Bapenda.

Sorotan terhadap Bapenda semakin menguat setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Tahun Anggaran 2025 mengungkap realisasi penerimaan BPHTB hanya mencapai Rp415,88 miliar atau 64,11 persen dari target Rp648,69 miliar.

Dalam pemeriksaannya, BPK menemukan sedikitnya 322 wajib pajak memperoleh fasilitas Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) secara berulang. Selain itu, dari 42.650 sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang telah diterbitkan hingga akhir 2025, baru 12.808 sertifikat yang tercatat melunasi BPHTB. Sebanyak 29.842 sertifikat lainnya belum tercatat memenuhi kewajiban pembayaran, sehingga berpotensi mengurangi penerimaan PAD Kota Medan.

Temuan tersebut menambah tekanan terhadap Bapenda Kota Medan. Di tengah kondisi itu, isu mengenai penempatan pejabat karena faktor kedekatan dengan penguasa pun ikut mengemuka dan menjadi perbincangan di internal instansi. 

Sementara itu, Sahlan Romadhon Nasution Kepala Bidang PBB Bapenda Kota Medan saat dikonfirmasi awak media memilih bungkam. Begitu juga saat panggilan seluler tak direspons apapun.

Publik kini menanti penjelasan Pemerintah Kota Medan, apakah penempatan pejabat strategis di lingkungan Bapenda sepenuhnya didasarkan pada sistem merit dan kompetensi, ataukah isu kedekatan yang berkembang di internal memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

spot_img

━ more like this

Dishub Medan Diduga Langgar Perda, Kelola Parkir Tanpa Perwal Dan Perjanjian Kerja Sama, Dana Jaminan Rp1,3 Miliar Tak Disetor Diduga Masuk Kantong Pribadi

MEDAN – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membuka tabir dugaan pelanggaran serius dalam pengelolaan retribusi parkir di tepi jalan umum oleh Dinas Perhubungan (Dishub)...

Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Resmi Daftar sebagai Kandidat Ketua

MEDAN – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Musda KAHMI) Kota Medan yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 September 2026, dinamika pencalonan...

Aset Sekolah Rp12,24 Miliar Diduga Raib, PD14 Minta Kejari Medan Periksa Seluruh Pejabat Terkait dan Ungkap Aktor Intelektualnya

MEDAN – Kasus hilangnya aset sekolah senilai Rp12,24 miliar di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan dinilai tidak lagi dapat dipandang sebagai...

Proyek Puluhan Miliar Disdikbud Medan Terlambat Bayar, Denda Ratusan Juta Sempat Tak Dipungut, Berpotensi Rugikan Daerah

MEDAN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali menyoroti tata kelola anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran...

GMNI Medan Kembali Tagih Perwal Pengentasan Kemiskinan, Soroti Pengangguran dan Ketimpangan di Kota Medan

MEDAN — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Medan kembali menyoroti persoalan kemiskinan, ketimpangan ekonomi, dan pengangguran di Kota Medan. Organisasi...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini