27.6 C
Medan

Aset Sekolah Rp12,24 Miliar Diduga Raib, PD14 Minta Kejari Medan Periksa Seluruh Pejabat Terkait dan Ungkap Aktor Intelektualnya

Date:

Share:

MEDAN – Kasus hilangnya aset sekolah senilai Rp12,24 miliar di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan dinilai tidak lagi dapat dipandang sebagai sekadar kelalaian administrasi. Rangkaian temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dinilai telah memperlihatkan indikasi kuat adanya dugaan perbuatan melawan hukum yang patut diusut melalui proses pidana.

Aktivis Perkumpulan Masyarakat Demokrasi Empat Belas (PD14), Syahlul mendesak Kejaksaan Negeri Medan segera mengambil alih penanganan kasus tersebut dengan memeriksa seluruh oknum Bidang Aset, pejabat struktural, hingga pimpinan yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).

Menurutnya, temuan BPK bukan hanya mengungkap hilangnya aset bernilai miliaran rupiah, tetapi juga adanya pengakuan bahwa aset diambil tanpa surat tugas, sebagian diduga dijual kepada pengepul, tidak adanya Berita Acara Serah Terima (BAST), administrasi gudang yang tidak tertib, hingga tidak pernah diusulkannya penghapusan aset sesuai prosedur sejak 2017.

“Rangkaian fakta ini patut diduga tidak lagi sekadar pelanggaran administrasi. Jika benar aset negara diambil tanpa kewenangan, dialihkan kepada pihak lain, dan menimbulkan kerugian keuangan daerah, maka terdapat dugaan unsur tindak pidana yang harus dibuktikan melalui penyidikan,” katanya kepada wartawan, Rabu, (02/09/2026)

Ia menegaskan, aparat penegak hukum harus menelusuri kemungkinan adanya dugaan penggelapan aset milik daerah, penyalahgunaan wewenang, serta tindak pidana korupsi apabila penyidikan nantinya menemukan adanya perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian keuangan negara dan menguntungkan pihak tertentu.

Aktivis antikorupsi tersebut juga mempertanyakan mengapa dugaan penyimpangan tersebut disebut telah diketahui melalui pemeriksaan internal sejak 2023, namun para oknum hanya dikenai teguran lisan tanpa sanksi administratif maupun pelaporan kepada aparat penegak hukum.

“Kalau benar persoalan ini sudah diketahui sejak 2023 tetapi tidak ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum, penyidik perlu mendalami apakah terdapat unsur pembiaran atau bentuk pertanggungjawaban hukum dari pejabat yang memiliki kewenangan. Semua itu harus dibuktikan melalui penyidikan yang independen,” tegasnya.

Menurutnya, Kejari Medan tidak boleh berhenti pada pemeriksaan pegawai pelaksana semata. Seluruh pihak yang memiliki peran dalam rantai pengelolaan aset, termasuk pejabat yang bertanggung jawab melakukan pengawasan, harus dimintai keterangan agar penanganan perkara berjalan menyeluruh dan tidak menimbulkan kesan tebang pilih.

“Jangan hanya staf yang dimintai pertanggungjawaban. Jika ada pejabat yang mengetahui, membiarkan, atau lalai menjalankan kewajibannya, hal itu juga harus diuji berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku. Negara tidak boleh kalah oleh praktik penyalahgunaan aset daerah,” pungkasnya..

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Monopoli Judi Di Sumut, Bendera AK Berkibar di Kabupaten Karo Rajai Toto Gelap

TANAH KARO – Nama Aseng Kayu alias AK kembali menjadi sorotan. Sosok yang disebut-sebut sebagai pengendali bisnis perjudian togel di sejumlah wilayah Sumatera Utara...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini