25 C
Medan

Cipayung Bersatu! Desak Kapolres Asahan Bongkar Tuntas Kematian Awal Nasution

Date:

Share:

Asahan – Kematian Awal Nasution kini menjadi sorotan publik. Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Asahan menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam penanganan peristiwa tersebut, khususnya terkait proses pencarian korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencarian terhadap korban tidak dilakukan pada hari kejadian. Proses tersebut justru disebut-sebut baru dilakukan pada keesokan harinya.

Penundaan inilah yang kini memicu pertanyaan dan spekulasi di tengah masyarakat.

Cipayung Plus menilai, dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa, respons cepat aparat menjadi faktor krusial.

Keterlambatan tindakan dinilai dapat berdampak fatal dan berpotensi mempersempit peluang penyelamatan.

Tak hanya itu, dalam perkembangan isu yang beredar, muncul dugaan adanya keterlibatan oknum aparat berinisial Aipda R. 

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara detail posisi dan peran oknum tersebut dalam peristiwa yang berujung pada kematian korban.

Atas kondisi itu, organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), secara tegas mendesak Kapolres Asahan untuk membuka secara terang benderang seluruh fakta yang ada.

Mereka meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jajaran yang bertugas saat kejadian, termasuk mengklarifikasi alasan penundaan pencarian. 

Selain itu, dugaan keterlibatan oknum juga diminta untuk ditangani secara profesional dan transparan.

Sejauh ini, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan resmi terkait kronologi detail maupun klarifikasi atas dugaan yang beredar. 

Publik pun menanti langkah konkret aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa proses pengusutan berjalan objektif dan akuntabel.

Cipayung Plus menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh fakta terungkap dan keadilan bagi korban benar-benar ditegakkan.

spot_img

━ more like this

SMI Tagih Kepastian Hukum Kasus Aset Rumdis DPRD Siantar Rp795 Juta di Polda Sumut

MEDAN — Sosial Monitoring Independent (SMI) mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Jumat, 4 September 2026. Mereka menagih kepastian hukum atas dugaan penggelapan aset...

Pemko Medan Gelontorkan Anggaran Rp 9,9 Miliar untuk Rehab Rumah Dinas TNI AD Kodim 0201/Medan

Medan - Pemerintah Kota Medan kembali mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk proyek yang berkaitan dengan institusi aparat negara. Kali ini, dana hampir Rp10 miliar...

Dishub Medan Diduga Langgar Perda, Kelola Parkir Tanpa Perwal Dan Perjanjian Kerja Sama, Dana Jaminan Rp1,3 Miliar Tak Disetor Diduga Masuk Kantong Pribadi

MEDAN – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membuka tabir dugaan pelanggaran serius dalam pengelolaan retribusi parkir di tepi jalan umum oleh Dinas Perhubungan (Dishub)...

Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Resmi Daftar sebagai Kandidat Ketua

MEDAN – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Musda KAHMI) Kota Medan yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 September 2026, dinamika pencalonan...

Aset Sekolah Rp12,24 Miliar Diduga Raib, PD14 Minta Kejari Medan Periksa Seluruh Pejabat Terkait dan Ungkap Aktor Intelektualnya

MEDAN – Kasus hilangnya aset sekolah senilai Rp12,24 miliar di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan dinilai tidak lagi dapat dipandang sebagai...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini