27.6 C
Medan

Aroma Busuk di Balik Tender MTQ Medan, Perusahaan Pemenang Diduga “Orang Dalam”

Date:

Share:

Medan – Aroma busuk dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) kembali mencuat di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada proses tender kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 Tahun 2026 yang dinilai janggal dan sarat keanehan.

Bagaimana tidak, pemenang tender justru bukan berasal dari penawar terendah, melainkan dari perusahaan dengan nilai penawaran nyaris menyentuh Harga Perkiraan Sendiri (HPS), bahkan berada di peringkat ke-8 dari total 29 peserta lelang.

Data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) menunjukkan, PT Tiga Kaya Raya menawarkan harga jauh lebih rendah, yakni Rp1.311.553.800. Namun secara mengejutkan, yang ditetapkan sebagai pemenang justru PT Angsamas Ratu Tama dengan nilai penawaran Rp1.598.503.350 — hanya terpaut tipis dari pagu anggaran Rp1.599.940.900.

Keputusan ini memicu tanda tanya besar. Publik menilai, proses evaluasi tender terkesan dipaksakan untuk menggugurkan peserta lain, sementara pemenang seolah telah “dikondisikan” sejak awal.

Lebih mencurigakan lagi, dalam dokumen yang ditayangkan di LPSE, tidak ditemukan alasan yang transparan dan rasional terkait kemenangan PT Angsamas Ratu Tama. Sebaliknya, berbagai peserta lain justru dinyatakan gugur dengan alasan administratif dan teknis yang dinilai tidak substansial.

“Ini bukan sekadar kejanggalan, ini sudah mengarah pada dugaan permainan tender. Pemenangnya seperti sudah dikunci dari awal,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.

Dugaan praktik kotor ini semakin menguat dengan beredarnya informasi bahwa perusahaan pemenang memiliki kedekatan khusus dengan lingkaran kekuasaan, bahkan disebut-sebut terkait dengan kerabat orang nomor satu di Sumatera Utara.

Jika benar, maka praktik ini jelas mencerminkan wajah buruk nepotisme yang mencederai prinsip keadilan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Tender dengan kode 10120502000 tersebut berada di bawah satuan kerja Kecamatan Medan Sunggal, dengan Camat Irfan Abdilla sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Proyek bernilai miliaran rupiah ini digunakan untuk pelaksanaan MTQ ke-59 yang akan digelar pada 11–18 April 2026 di Jalan Gatot Subroto Km 5.

Alih-alih menjadi ajang syiar Islam yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas, pelaksanaan MTQ kali ini justru tercoreng oleh dugaan praktik KKN yang terang-terangan.

Publik pun mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk segera turun tangan mengusut tuntas proses tender ini. Transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan, agar uang rakyat tidak menjadi bancakan segelintir pihak.

Jika dibiarkan, praktik seperti ini bukan hanya merusak sistem pengadaan, tetapi juga mengkhianati nilai-nilai yang justru ingin diangkat dalam perhelatan MTQ itu sendiri.

Terpisah Camat Medan Sunggal, Irfan Abdilla, S.STP saat dikonfirmasi awak media, melalui pesan singkat WhatsApp sejak Kamis (09/04/2026) hingga hari ini Jumat, (10/04/2026) belum memberi respon apapun alias bungkam l.

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Monopoli Judi Di Sumut, Bendera AK Berkibar di Kabupaten Karo Rajai Toto Gelap

TANAH KARO – Nama Aseng Kayu alias AK kembali menjadi sorotan. Sosok yang disebut-sebut sebagai pengendali bisnis perjudian togel di sejumlah wilayah Sumatera Utara...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini