26.2 C
Medan

Kasus Dugaan Korupsi Jalan Sumut Kembali Menguap, KPK Dikabarkan Periksa Sejumlah Saksi Termasuk Dicky Anugerah

Date:

Share:

Jakarta – Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia membongkar dugaan praktek korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara.

Ironisnya, dugaan korupsi ini diduga melibatkan jaringan pengusaha, pejabat proyek hingga pejabat elite pemerintahan di lingkungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Dinas PUPR Sumut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa kini penyidik telah bergerak dan memeriksa 14 saksi dari unsur swasta dan pemerintah dalam pengembangan kasus yang disebut memiliki kaitan kuat dengan operasi tangkap tangan (OTT) proyek jalan bernilai Rp 231,8 miliar.

“Langkah KPK ini mempertegas bahwa dugaan korupsi proyek jalan di Sumut belum berhenti pada para terdakwa yang sudah divonis yakni Topan Obaja Putra Ginting yang divonis 5 tahun 6 bulan penjara karena terbukti menerima suap proyek jalan.,” kata Budi dalam keterangannya.

Dari 14 saksi yang dipanggil, dua orang memilih mangkir dari pemeriksaan. Mereka adalah Ricky A Gova Siregar dari PT Dalihan Natolu Group dan Sekretaris Bapelitbang Sumut, Dicky Anugerah.

“Saksi 1 dan 11 tidak hadir. Saksi lainnya hadir, penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait pengadaan barang atau jasa di BBPJN Sumut dan Dinas PUPR Sumut,” imbuhnya.

KPK juga mengonfirmasi bahwa penyidikan ini merupakan babak baru dari hasil pengembangan OTT yang sebelumnya membongkar dugaan permainan tender proyek jalan di Sumatera Utara. 

Dimana kasus tersebut menyeret proyek infrastruktur dengan total kerugian negara mencapai Rp231,8 miliar.

“Untuk perkara di Sumatera Utara, KPK melakukan pengembangan penyidikan perkara yang berangkat dari peristiwa tangkap tangan berkaitan dengan proyek-proyek infrastruktur di PUPR Provinsi Sumatera Utara dan pembangunan jalan nasional wilayah satu Sumatera Utara,” terangnya.

Meski belum mengumumkan tersangka baru karena status perkara masih sprindik umum, manuver pemeriksaan maraton terhadap pejabat proyek dan perusahaan swasta mengindikasikan KPK sedang menyusun konstruksi besar dugaan korupsi berjamaah di sektor pembangunan jalan Sumut.

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

Resmi Dilantik, Fauzan Irgi Hasibuan Jabat Kasubagbin Kejari Simalungun

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simalungun, Munawal Hadi, melantik dua pejabat struktural di Aula Kejaksaan Negeri Simalungun, Selasa (27/10/2026). Fauzan Irgi Hasibuan, SH, MH, dilantik menjabat...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini