27.7 C
Medan

Polda Sumut Didesak Segera Tutup Lokasi Judi Tembak Ikan Milik Pipit dan Asen di Belawan

Date:

Share:

MEDAN – Polda Sumut didesak agar segera menutup lokasi judi permainan tembak ikan dan dingdong milik Pipit dan Asen yang berlokasi di wilayah Belawan, Kota Medan.

“Kami minta Polda Sumut dan Polres Belawan untuk segera menggerebek lokasi judi tembak ikan tersebut. Keberadaan tempat maksiat itu menjadi bukti nyata banyak terjadinya berbagai aksi kejahatan di Belawan,” ujar warga setempat yang meminta agar identitasnya dirahasiakan, Kamis (14/5) siang.

“Polisi jangan tutup mata. Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto harus turun tangan. Sudah banyak laporan soal maraknya lokasi judi di Belawan ini. Kalau tidak mampu memberantas judi lebih baik tinggalkan saja Polda Sumut itu. Masih banyak jenderal bintang dua di Mabes Polri sana yang lebih berani dalam memberantas perjudian,” tegas pria bertubuh tambun itu.

Untuk diketahui, bisnis perjudian game tembak ikan dan jackpot (dindong) tiada habisnya dan semakin menjamur di wilayah Medan Utara, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Berdasarkan sumber yang ditemui awak media, Rabu (13/5), bisnis perjudian tembak ikan dan dingdong kawasan Belawan itu dikuasai Pipit, Wayan Pranata alias Asen, serta Aseng Kayu.

“Ada beberapa lokasi judi yang dikelola Pipit, Asen dan Aseng kayu di Belawan. Diantaranya pinggiran rel kereta api samping kantor PHG, Gabion Ujung dan Bom Lama,” ujar sumber bahwa bisnis perjudian itu sudah lama beroperasi tanpa tidak pernah tersebut hukum.

Bahkan aktivitas ilegal ini disinyalir beroperasi secara terang-terangan dan menimbulkan keresahan serius bagi warga setempat, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga yang khawatir akan dampak sosialnya.

“Masyarakat sangat resah dengan bebasnya praktek perjudian di Belawan, kriminalitas meningkat dan ekonomi hancur, warga berharap pihak aparat bertindak,” terang sumber.

Sebelumnya, aksi warga juga sempat meledak dengan menggerebek dan menghancurkan mesin judi di kawasan Bagandeli dan tempat pelelangan ikan Gabion.

Namun, hingga saat ini, lapak-lapak judi baru disinyalir kembali muncul di berbagai titik. Selain perjudian, warga juga mengkhawatirkan lokasi tersebut menjadi tempat transaksi narkoba.

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Monopoli Judi Di Sumut, Bendera AK Berkibar di Kabupaten Karo Rajai Toto Gelap

TANAH KARO – Nama Aseng Kayu alias AK kembali menjadi sorotan. Sosok yang disebut-sebut sebagai pengendali bisnis perjudian togel di sejumlah wilayah Sumatera Utara...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini