27.6 C
Medan

Di Tengah Seruan Efisiensi, Dugaan Fasilitas Berlebih Ketua DPRD Medan Dipertanyakan: Di Mana Semangat Wong Cilik

Date:

Share:

Medan-Kebijakan efisiensi anggaran yang digaungkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto harus menjadi komitmen bersama seluruh penyelenggara pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Presiden Prabowo secara terbuka telah menegaskan bahwa belanja negara harus semakin efisien, pemborosan harus dikurangi, dan setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Namun, di tengah semangat efisiensi tersebut, muncul sorotan publik terkait informasi mengenai keberadaan lebih dari satu kendaraan yang disebut digunakan sebagai mobil dinas ketua DPRD kota Medan Wong Chun Sen. Yang mana sorotan tersebut mencuat setelah beredar di beberapa media sejumlah kendaraan dinas ketua DPRD kota Medan tertimpa pohon tumbang di kawasan Medan barat.

Informasi tersebut tentu harus dibuktikan secara terbuka. termasuk data aset Sekretariat DPRD Kota Medan, dasar penetapan kendaraan dinas, peruntukan masing-masing kendaraan, serta biaya operasional, bahan bakar, pemeliharaan.Merujuk pada Permendagri Nomor 11 Tahun 2007 sebagai perubahan atas Permendagri Nomor 7 tahun 2006 yang mengatur bahwa alokasi kendaraan dinas jabatan untuk ketua DPRD kabupaten/ Kota maksimal satu unit.

Dalam Hal ini persoalannya bukan sekadar berapa jumlah kendaraan yang digunakan seorang pejabat. Persoalan yang jauh lebih penting adalah apakah fasilitas tersebut masih relevan, efektif, efisien, dan sesuai dengan ketentuan pengelolaan aset daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.jangan sampai efisiensi anggaran hanya berlaku untuk rakyat.

Kami meminta Sekretariat DPRD Kota Medan membuka dasar hukum, keputusan penetapan pengguna, status Barang Milik Daerah, serta standar kebutuhan atas setiap kendaraan dinas yang digunakan Ketua DPRD Kota Medan. Apabila benar terdapat tiga unit kendaraan yang diperuntukkan atau digunakan oleh Ketua DPRD, publik berhak mengetahui apakah seluruhnya memiliki dasar pengalokasian yang sah, sesuai peruntukan, serta memenuhi prinsip efisiensi.

Karena itu, sorotan ini juga menyentuh persoalan konsistensi politik dan moral.
PDI-P selama ini dikenal luas dengan citra sebagai partai yang dekat dengan wong cilik. Maka publik tentu berhak mempertanyakan bagaimana semangat keberpihakan kepada rakyat tersebut diterjemahkan dalam penggunaan fasilitas negara. Jika kendaraan tersebut memang diperlukan untuk menunjang tugas kedinasan dan seluruh penggunaannya sesuai aturan, maka silakan dibuka kepada publik. Sebaliknya, apabila terdapat fasilitas yang dinilai berlebihan dan tidak sejalan dengan prinsip efisiensi, maka harus dilakukan evaluasi.

Jangan sampai jargon “partai wong cilik” hanya berhenti sebagai slogan politik, sementara fasilitas pejabat justru terlihat jauh dari semangat hidup sederhana dan efisiensi.

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Monopoli Judi Di Sumut, Bendera AK Berkibar di Kabupaten Karo Rajai Toto Gelap

TANAH KARO – Nama Aseng Kayu alias AK kembali menjadi sorotan. Sosok yang disebut-sebut sebagai pengendali bisnis perjudian togel di sejumlah wilayah Sumatera Utara...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini