26 C
Medan

Empat Orang Mengaku Oknum Polisi Todong Pistol Ke Tukang Pangkas di Medan, Ini Kronologinya

Date:

Share:

Viral di media sosial aksi sekelompok orang yang mengaku oknum polisi melakukan intimidasi dan penganiyaan terhadap seorang karyawan tukang pangkas.

Tak hanya itu, oknum polisi tersebut juga menodongkan senjata api kearah salah satu karyawan tukang pangkas.

Salah seorang korban, Viky Ndruru mengungkap peristiwa penganiyaan dan penodongan pistol yang dialami di tempat ia bekerja.

Kejadian ini terjadi di tempat tukang pangkas kjr 99, di Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 02.06 WIB. 

Saat itu, Viky bersama temannya berboncengan sepeda motor ini baru saja pulang dari rumah saudara di Helvetia.

Sesampainya di simpang lampu merah Glugur darat, tepatnya di Jalan Bambu, Viky bersama temannya diikuti oleh sekelompok orang berjumlah 4 orang yang mengaku sebagai oknum polisi yang mengendarai tiga sepeda motor.

Oknum polisi tersebut mencoba untuk memberhentikan kendaraan si korban, namun dengan kondisi jalan yang gelap membuat korban menjadi panik sehingga menancapkan gas kendaraannya.

“Jadi ada yang manggil dan memaki kami,terus teman saya bilang siapa itu? Ia pun menyuruh teman untuk melanjutkan perjalanan,” ungkap Viky Ndruru saat ditemui dilokasi kejadian, Selasa (14/4/2026).

Tepatnya di Jalan Alfalah Raya, keempat oknum polisi juga mengejar si korban dan memalangkan kendaraannya untuk berhenti korban.

Tak hanya itu, empat oknum polisi dua diataranya mengeluarkan senjata api jenis pistol, dari kantong celana. Namun korban masih mendapat makian dari oknum polisi tersebut.

“Kami langsung kabur dan menuju kearah pangkas,” ujarnya.

Alih-alih untuk mencari perlindungan di tempat mereka tinggal ternyata keempat oknum polisi malah mendatangi kedua korban.

“Sempat ribut adu mulut kami dengan empat oknum polisi itu, masuk ke pangkas mau bawa teman saya,” lanjutnya.

Viky pun meminta keempat oknum polisi untuk menunjukkan kartu identitas sebagai anggota polisi.

“Saya tanyakan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polisi, tapi mereka tidak berani dan terus memaki dan memukuli teman saya,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu oknum polisi mencoba masuk ke dalam pangkas dan membawa temannya sembari menodongkan pistol ke kepala temannya.

Lebih lanjut, tak hanya sampai disitu, mereka juga menganiaya teman korban babak belur.

Hingga akhirnya, korban mengatakan kepada oknum polisi bahwa aksi penganiyaan dan penodongan pistol terekam jelas di kamera Closed-Circuit Television (CCTV).

“Keempat oknum polisi itu langsung ciut, dimasukan pistolnya ke kantong celana, terus langsung cabut meninggalkan kami,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, korban mendatangi Mapolda Sumut untuk membuat laporan kepolisian penganiayaa yang dilakukan oknum polisi.

spot_img

━ more like this

Dishub Medan Diduga Langgar Perda, Kelola Parkir Tanpa Perwal Dan Perjanjian Kerja Sama, Dana Jaminan Rp1,3 Miliar Tak Disetor Diduga Masuk Kantong Pribadi

MEDAN – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membuka tabir dugaan pelanggaran serius dalam pengelolaan retribusi parkir di tepi jalan umum oleh Dinas Perhubungan (Dishub)...

Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Resmi Daftar sebagai Kandidat Ketua

MEDAN – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Musda KAHMI) Kota Medan yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 September 2026, dinamika pencalonan...

Aset Sekolah Rp12,24 Miliar Diduga Raib, PD14 Minta Kejari Medan Periksa Seluruh Pejabat Terkait dan Ungkap Aktor Intelektualnya

MEDAN – Kasus hilangnya aset sekolah senilai Rp12,24 miliar di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan dinilai tidak lagi dapat dipandang sebagai...

Isu Kedekatan Dengan Walikota Bayangi Jabatan Kabid PBB Bapenda Medan Di Tengah Rentetan Persoalan PAD

MEDAN – Rentetan persoalan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan kembali memunculkan isu yang berkembang di internal organisasi. Di tengah sorotan terhadap rendahnya...

Proyek Puluhan Miliar Disdikbud Medan Terlambat Bayar, Denda Ratusan Juta Sempat Tak Dipungut, Berpotensi Rugikan Daerah

MEDAN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali menyoroti tata kelola anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini