27.6 C
Medan

Buron Kasus Kredit Fiktif BRI Kutalimbaru Akhirnya Dibekuk Tim AMC Kejagung

Date:

Share:

MEDAN — Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI bersama Kejaksaan Negeri Medan berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit tidak sesuai ketentuan di Bank BRI Unit Kutalimbaru Cabang Medan Iskandar Muda atas nama Habib Mahendra, Rabu (13/5/2026), di Pontianak.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah Habib Mahendra sebelumnya masuk dalam daftar buronan Kejari Medan terkait perkara dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) periode tahun 2021 hingga Mei 2024.

Berdasarkan hasil penyidikan, Habib Mahendra diduga berperan sebagai narahubung atau calo yang mencari masyarakat untuk memberikan data pribadi guna digunakan sebagai nasabah penerima kredit KUR di BRI Unit Kutalimbaru.

Data tersebut kemudian dipakai dalam proses pengajuan kredit yang dananya diduga digunakan oleh sejumlah pihak, yakni mantan Kepala Unit berinisial M Juned, serta Erwin Handoko dan David Sloan.

“Tim AMC Kejaksaan Agung bersama tim Pidana Khusus Kejari Medan telah melakukan penangkapan terhadap DPO atas nama Habib Mahendra di Pontianak pada Rabu, 13 Mei 2026,” demikian keterangan yang disampaikan pihak Kejari Medan.

Dalam perkara tersebut, negara disebut mengalami kerugian sebesar Rp6.280.628.076. Penyidikan kasus ini dimulai berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor PRINT-07/L.2.10/Fd.2/11/2024 tertanggal 5 November 2024.

Selama proses penyidikan, Habib Mahendra dinilai tidak kooperatif lantaran beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik, baik sebagai saksi maupun tersangka. Karena itu, Kejari Medan menerbitkan surat penetapan DPO Nomor PRINT-197/L.2.10/Fd.2/01/2025 pada 16 Januari 2025.

Kejari Medan juga sempat meminta bantuan pencarian dan penangkapan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara serta Polrestabes Medan.

Perkara tersebut kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan dan disidangkan secara in absentia.

Dalam putusan Nomor 23/Pid.Sus-TPK/2025/PN Mdn tanggal 23 Juni 2025, majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada Habib Mahendra berupa pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp300 juta subsider lima bulan kurungan.

“Terpidana akan dibawa ke Medan untuk segera dieksekusi ke Rumah Tahanan Tanjung Gusta,” lanjut keterangan tersebut.

Rencananya, serah terima terpidana dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (14/5/2026) sebelum dibawa menuju Kota Medan oleh tim Pidana Khusus Kejari Medan.

Atas perbuatannya, Habib Mahendra dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Subsider, ia dikenakan Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

spot_img

━ more like this

Ahli Pidana: Peradilan Sesat Karena Korban Pencurian Uang melalui ATM BCA Justru Menjadi Tersangka

JAKARTA — Ahli hukum pidana dari UII Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H., memberikan pandangan kritis terhadap penanganan perkara dugaan pencurian uang melalui ATM yang...

Monopoli Judi Di Sumut, Bendera AK Berkibar di Kabupaten Karo Rajai Toto Gelap

TANAH KARO – Nama Aseng Kayu alias AK kembali menjadi sorotan. Sosok yang disebut-sebut sebagai pengendali bisnis perjudian togel di sejumlah wilayah Sumatera Utara...

Universitas Dhyana Pura Gelar PKM Gerakan Cerdas Sehat di TK Udyana Kumara II, Padukan Edukasi dan Kesehatan Pencernaan Anak

BADUNG – Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Cerdas Sehat” di TK Udyana Kumara II, Banjar Jempeng Kauh, Desa...

HMI CABANG MEDAN SOROTI DISHUB: ANGGARAN BBM RP2,8 MILIAR BERMASALAH, DESAK APH PERIKSA TEMUAN BPK

Medan - pengelolaan anggaran BBM kendaraan dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan senilai Rp2,88 miliar kini menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan...

6 Tahun Kawan Lama FC: Bukan Sekadar Klub Bola, Ini Tentang Persaudaraan yang Tak Pernah Luntur

MEDAN - Jika sepak bola adalah tentang 90 menit di atas lapangan, maka Kawan Lama FC mengajarkan arti tentang kebersamaan seumur hidup. Selama enam tahun,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini